Puing-Puing Keagungan


DAHULU….

Mahkota kejayaan ajarannya bertahta intan berlian kemuliaan. Kerajaannya adalah Mutiara pusaka kebanggaan. Tiang-tiangnya adalah Iman dan Ilmu pengetahuan. kemana melangkah, rakyatnya selalu berpijak di atas Al-Qur’an…

KINI….
Cerita klasik itu kau banggakan, meskipun Mahkota kejayaan bertahta intan berlian hanya tinggal kenangan. Mutiara kerajaan hanya tinggal reruntuhan. Bingkai-bingkai retak sejarah itupun kau jajakan di setiap sudut jalanan. Karena memang sudah tidak laku lagi di Swalayan…

KAU….
Bingkai retak sejarah kau sombongkan, sedangkan iman di hatii tak kau hiraukan. Tidakkah kau perhatikan, bahwa malu adalah sebagian daripada iman? Sejarah kebesaran ajaran agamamu kau besar-besarkan, tapi nilai-nilai ajarannya tidak kau laksanakan.

Cobalah kau perhatikan! Apakah kau tak malu teriak dengan pakaian iman, orang di sekitarmu hanya mentertawakan, kau yang hanya bisa bermain lisan, tanpa mau berusaha untuk mewujudkan…
“Sebuah Impian yang terpendam diam….”

About Khairil Yulian

Khairil Yulian Ibn Ruslan Abd al-Ghani Ibn Abd al-Syukr al-Siddiq

Posted on 3 Agustus 2010, in Islam, Opini, Sejarah and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: