Jangan Berkata Kasar


By
😕 Yutiz Brother’s😕

Seorang Biksu diperintah oleh Raja untuk mendampingi Sang Pangeran ke hutan untuk berburu rusa. Selama berburu bidikan panah Sang Pangeran selalu tidak mengenai sasaran. Sang Pangeran sangat geram dan tanpa ia sadari ia berkata kasar “Bangsat bidikanku meleset!!”
“Husss!” kata si Biksu. “Pangeran tidak boleh berkata kasar! Apakah pangeran tidak takut pada Dewa Petir yang selalu menghukum orang-orang yang berbicara kasar?”
“Persetan dengan Dewa Petir, pokoknya hari ini aku harus pulang dengan membawa hasil buruanku”. Jawab Sang Pangeran sambil membidik seekor rusa buruannya.
Tapi memang hari itu pangeran sedang sial, bidikannya meleset lagi. Hal ini tentu saja membuat Sang Pangeran makin marah “bangsat..!!! bidikanku meleset lagi”.
Sang Biksu kembali menasehati Sang Pangeran, tapi kali ini dengan dibarengi ancaman “kalau sekali lagi pangeran berkata kotor, maka saya tidak akan segan memohon pada Dewa Petir untuk menghukum Pangeran..!!!” kata Biksu yang mulai marah karena nasehatnya tidak digubris oleh Sang Pangeran.
Mendengar ancaman sang Biksu, Sang Pangeran malah merasa tertantang “bangsat..!! bangsat…!! bangsat..!! bangsat..!! Ayo! mana Dewa Petirmu..?? Mana?”
Sang Biksu pun langsung berdoa, meminta Dewa Petir untuk menghukum Sang Pangeran yang mulai lancang.

Tiba-tiba langit mendung… angin bertiup sangat kencang….. entah dari mana datangnya tiba-tiba…….

“DHUUUUAAAAAAARRR…AR….AR….AR..!!!!!”

petir menyambar, tapi aneh.. petir itu menyambar sang Biksu, padahal ia sama sekali nggak pernah berkata kasar. Sang Pangeran berdiri di samping mayat Biksu yang gosong karena tersambar petir, dan bertanya pada Dewa Petir
“Wahai Dewa Petir! Aku yang berbicara kasar, tapi kenapa Biksu ini yang engkau sambar?”.

Dewa petir menjawab “Bangsat..bidikanku meleset…!!!”

😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂
😀😀😀😀😀😀😀😀

=============================

Sumber: Yutiz Brother’s

=============================

About Khairil Yulian

Khairil Yulian Ibn Ruslan Abd al-Ghani Ibn Abd al-Syukr al-Siddiq

Posted on 11 Januari 2011, in Lucu and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Lucu… Sian biksu, harus menjadi korban. Sudah jatuh, tertimpa tangga pulak. Alamak…

  2. Ada apa dengan Dewa Petir?

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: