Monthly Archives: Februari 2011

Perlukah Memperhatikan Penilaian Orang Lain Terhadap Diri Anda?


Kawan-kawanku sekalian…!! Dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan dan interaksi dengan orang-orang di sekitar adalah sebuah keharusan, karena posisi kita dalam pergaulan tergantung dari bagaimana anggapan mereka terhadap diri kita. Tetapi sejauh apa anggapan dan penilaian orang-orang tersebut harus terus kita perhatikan? Kisah di bawah ini mungkin bisa menjadi cermin untuk memandang pada pribadi anda selama ini.

😆

Ini adalah kisah seorang Pria setengah baya dengan anaknya yang sedang dalam perjalanan dengan membawa seekor unta yang masih terlalu kecil untuk ditunggangi oleh mereka berdua. Oleh karena itu, ang Ayah menyuruh anaknya untuk duduk di atas unta tersebut, sementara dia berjalan membimbing unta tersebut.

Saat melewati sebuah desa, terdengar suara orang-orang desa: “Dasar anak tidak tahu diri..!!! dia enak-enakan duduk di atas unta… dimana rasa hormatnya pada orang tuanya?”

Mendengar itu, Sang anak berkata: “Wahai Ayah! Biarlah Ayah saja yang duduk di atas unta kecil ini, dan saya yang berjalan menarik unta.”

“Baiklah!” Jawab sang Ayah yang mengerti dengan perasaan anaknya saat mendengar pembicaraan warga desa yang baru saja mereka lalui.

😆

Akhirnya, sampailah mereka di desa selanjutnya. di sana mereka mendengar lagi pembicaraan warga desa tentang mereka. “Dasar orang tua tidak tahu diri..!!! Anak kok di suruh jalan…!? Dia malah enak-enakan duduk di atas unta kecil.”

Mendengar itu, Sang Ayah berkata: “Wahai anakku..!! Sebaiknya kau juga naik ke atas unta ini…!!”

Sang anak tersenyum karena mengerti perasaan Ayahnya.

Akhirnya mereka berdua menaiki unta kecil itu hingga sampailah mereka di sebuah desa. Mereka berharap tidak perlu mendengar ada lagi pembicaraan warga desa tentang mereka. tetapi apa yang mereka bayangkan ternyata tidak sesuai dengan harapan mereka. Pada saat mereka memasuki desa tersebut, mereka kembali mendengar pembicaraan warga desa tentang mereka: “Dasar orang-orang yang tidak tahu diri…!!! Masa unta kecil begitu dinaiki berdua….”

Mendengar pembicaraan itu, Sang Ayah melompat dari punggung unta. “Wahai Anakku..!! jika kamu tidak mau duduk di atas unta ini, sebaiknya kita jalan kaki saja.”

“Menurutku juga begitu, Yah! sebaiknya unta ini kita gunakan untuk membawa barang saja.” Jawab sang anak.

Akhirnya mereka berdua jalan kaki sambil menarik unta kecil itu. Hingga sampailah mereka di sebuah desa. Dalam benak mereka berkata, apa lagi pembicaraan warga desa yang akan mereka dengarkan.? Benar saja, di sana mereka kembali mendengar pembicaraan warga desa itu tentang mereka.

“Dasar orang-orang aneh..!!! Membawa unta dalam perjalanan, tapi tidak ditunggangi…”

Mendengar itu, mereka akhirnya meninggalkan unta mereka di desa itu, dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki hingga ke desa tujuan mereka.

Sesampainya di desa tujuan, seorang warga desa menyapa mereka sambil bertanya: “Kenapa kalian tidak membawa unta dalam perjalanan jauh ini?”

Sang anak menatap Ayahnya, seraya berkata: “Wahai Ayah..!! Haruskah kita kembali ke desa tadi untuk mengambil unta kita?”

“……….” Sang Ayah hanya tersenyum tanpa memberikan penjelasan apa-apa pada anaknya…

😆

Senyuman sang Ayah adalah jawaban atas pertanyaan dalam judul, “Perlukah Memperhatikan Penilaian Orang lain Terhadap Diri Kita?”

Iklan

Mengelola Kesendirian


Kesendirian mungkin menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Kesendirian itu cenderung menjadi simbol untuk perasaan Bete, perasaan sedih, kesal, sepi, dan bahkan bisa mematikan pikiran, sehingga saat sedang sendiri orang cenderung melakukan hal-hal yang bersifat negatif.

Kesendirian bisa diartikan dalam dua makna, yaitu secara fisik dan secara psikis. Kesendirian secara fisik, berarti memang dalam keadaan sendiri tanpa ada orang lain di sekitarnya. Sedangkan dalam arti psikis, bisa jadi ia berada di tengah keramaian, tetapi ia tetap merasa kesepian.

Sebenarnya, kita bisa saja mengelola kesendirian itu menjadi sesuatu yang bermakna. Berikut ini Tips bagaimana mengelola kesendirian menjadi lebih bermakna.

  • Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif  yang sangat Khairil sukai, misalnya dengan membaca, menulis, olahraga, menyanyi? 🙂 Apapun kesukaan anda. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!
  • Ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian anda dan belum sempat dilakukan. Anda bisa membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya. Percaya, cara ini akan menyadarkan anda akan sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya. Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? 😉
  • Buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin anda wujudkan selagi masih hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali “keinginan gila” saat anda masih kecil? Atau mimpi-mimpi lain yang belum terlaksanakan? Saat itu anda akan sadar, ternyata banyak sekali hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!
  • Dan yang terakhir…. Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus anda anda lakukan… Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri anda. Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan anda di dunia. Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin kokoh kemampuan anda mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya.

Intinya: Cobalah membuka mata, dan berusaha keluar dari perasaan negatif. Jangan terjebak dalam kesendirian…

Memahami Essensi Hari Valentine Dalam Tinjauan Sejarah


Berbagai asumsi terhadap perayaan hari Valentine sebagai simbol hari kasih sayang memang banyak dimuntahkan oleh berbagai kalangan. Ada yang menerima keberadaan hari Valentine sebagai simbol perayaan hari kasih sayang tahunan, ada pula yang menolaknya. Dalam posting ini saya tidak mempermasalahkan tentang pertentangan pendapat tersebut. Di sini saya hanya memaparkan sejarah hari Valentine tersebut.

Sedikit Deskripsi tentang hari Valentine

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang tidak begitu jelas, ada yg menyebutkan Valentine sebagai sebuah hari raya Katolik Roma sebagaimana didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep seperti ini diciptakan.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran item dan catatan dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan catatan pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah hubungan serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik “Happy Valentine’s”, yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya.

Sejarah Hari Valentine

Perayaan Keseburan Bulan Pebruari

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulu kala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus menyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Hari Raya Gereja

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus sekurang-kurangnya merujuk pada tiga martir atau Santo (orang suci) yang berbeda:

  • Seorang pastur di Roma
  • Seorang uskup Interamna (modern Terni)
  • Seorang martir di provinsi Romawi Africa

Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St.Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyu dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Valentinius

Guru ilmu Gnostisisme yang memiliki pengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: “Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil “penebusan dosa” (apolytrosis) dan “tempat pelaminan”.

Era abad pertengahan

Catatan pertama yang hubungkan hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa

For this was sent on Seynt Valentyne’s day
When every foul cometh there to choose his mate
Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus
Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya

Pada zaman itu, bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka suatu icon Valentine. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

  • Sore hari sebelum Santo Valentinus gugur sebagai martir (orang suci dalam ajaran Katolik), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis, “dari Valentinusmu“.
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan kegugurannya sebagai martir.

Hari Valentine pada era modern

Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary”.)

_____________________

Santo Valentine

Link: Anda bisa merefensikan data tentang Valentine disini

Related Link:

Siddhartha Gautama (Sang Budha)
Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari
Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd
Rasyid Ridha
Ibnu Sina
Kisah-Kisah para Nabi

Loading Terlalu Lama


Jika anda merasa bosan menunggu proses loading yang terlalu lama, saya sarankan lebih baik anda meninggalkan halaman ini dan membuka halaman lain pada blog ini…!!! Boleh jadi link yang anda cari belum saya terbitkan…!!! 😆 Ada beberapa artikel menarik yang mungkin bisa menyegarkan pikiran dan perasaan anda. Klik pada related link di bawah ini…!!!

Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Melakukan Download di 4shared


Bagi anda yang sering berselancar di internet, anda pastinya tidak asing dengan situs Penyimpanan Online Gratis 4shared.com. Dengan mendaftarkan diri di situs ini, anda telah memiliki akun penyimpanan online secara gratis dengan kapasitas 10 Gb. Dengan memiliki akun di situs ini, anda juga bebas mengunggah (upload) file-file anda ke akun anda tersebut.

Di 4shared.com ini, anda juga bisa mengunduh (download) berbagai jenis file yang telah diunduh oleh anda sendiri dan oleh orang lain. Dari beberapa orang yang saya temui, file yang paling sering diunduh melalui situs ini adalah file mp3. Namun demikian, bukan berarti file dengan jenis ekstensi lain tidak terdapat di situs ini. Saya sendiri lebih banyak mengunggah (upload) file-file dengan esktensi exe, zip, atau rar ke akun saya.

Kesalahanan yang paling sering saya temui dari beberapa kasus download di situs 4shared ini adalah mendownload 4shared Desktop, yaitu software 4shared untuk diinstall di Komputer. Kesalahan ini sering terjadi karena Tombol Klik Download Now atau Unduh Sekarang berdampingan dengan tombol Download 4shared Desktop. Perhatikan gambar di bawah ini..!!!

Bahasa Indonesia

English Language

Jadi, saat anda memasuki halaman download di 4shared.com, jangan memilih tombol DOWNLOAD, melainkan pilih DOWNLOAD NOW atau UNDUH SEKARANG.

________________________

Related Link: Microsoft Office Online, Konversi Teks Online, Google Search Engine, Mencari kodepos Online.

Membuat Dokumen PDF dengan Sonic PDF Creator


Bagi anda yang ingin membuat dokumen PDF yang profesional dan aman, Sonic PDF Creator adalah software yang sangat tepat untuk anda. Sonic PDF Creator adalah salah satu software PDF creator terbaik yang pernah saya gunakan. Masalahnya adalah Sonic PDF Creator ini 😳 tidak gratis, 😳 melainkan dijual dengan harga $74.95 atau sekitar 650 ribu rupiah. 😦 😦 Namun jangan khawatir, 🙂 karena di sini anda bisa mendapatkan software Sonic PDF Creator secara GRATIS dan LEGAL! 😆 😀

Sonic PDF Creator adalah software yang bisa anda gunakan untuk membuat dokumen PDF secara mudah dan cepat. Berikut ini adalah fitur lengkap dari Sonic PDF Creator :

  1. Bisa anda gunakan untuk membuat dokumen PDF dari banyak format word processing seperti : ASCII, ANSI, Applix Words, Executables, HTML, Lotus word pro, microsoft word, Lotus AMI, Lotus write, Microsoft Excel, Microsoft works, Microsoft Window Write, Unicode Text, WordPerfect, Applix Spreadsheets, Corel QuattroPro, Microsoft works spreadshet, Applix presents, Corel presentations, Lotus freelance, Microsoft power points, dll.
  2. Bisa anda gunakan untuk membuat dokumen PDF dari file gambar.
  3. Bisa anda gunakan untuk mengedit file PDF yang sudah ada.
  4. Bisa anda gunakan untuk melindungi file PDF dengan password maupun enkripsi.
  5. Bisa anda gunakan untuk menambahkan watermark, teks, gambar dan informasi lain seperti tanggal, halaman, waktu dll.
  6. Bisa anda gunakan untuk menggabungkan beberapa file PDF menjadi satu bagian.
  7. Mampu memecah file PDF menjadi beberapa bagian.
  8. Mampu menambahkan halaman di file PDF yang sudah ada.
  9. Mampu membuat file PDF dalam jumlah banyak sekaligus.
  10. Terintegrasi dengan Microsoft Office.

Jika anda berminat silahkan klik di sini untuk mendownload. Untuk mendapatkan lisensinya, silahkan klik disini untuk mempelajari…. 🙂

_________________________

Original Link:😆 Mudah Membuat Dokumen PDF dengan Sonic PDF Creator

Related Link: ➡ 😆Download Software Konversi PDF ke WORD atau 😆 Konversi DOC ke PDF

😀

All about Free Download Link:



8 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Wanita Dalam Memilih Pasangan


Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia…

  1. Punya tujuan hidup
    Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya. Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, “Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir.”
  2. Mandiri
    Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.
  3. Hobi menolong
    Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.
  4. Bersahabat dan berwawasan
    Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.
  5. Family man
    Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.
  6. Memiliki investasi
    Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.
  7. Realistis dan lurus
    Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.
  8. Optimistis dan positif
    Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata “tidak bisa” atau “malas deh melakukannya”. Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.

_______________________

Original Link:😆 😳 😆

Siddhartha Gautama (Sang Budha) Dalam Pandangan Khairil Yulian Ibn Ruslan Abd Al-Ghani


PEMBERITAHUAN

Apapun anggapan anda terhadap posting saya kali ini, saya tidak bisa menampiknya. Anda boleh berpandangan apa saja tentang saya, atau tentang tulisan saya ini. Saya hanya punya satu harapan, posting ini tidak melahirkan kontroversi SARA, karena ini hanya pemikiran saya semata, yang lemah referensi, dan tidak ada konfirmasi dari sumber dan saksi, serta tidak melalui proses sterilisasi essensi.

****************

Siddhartha Gautama (Sang Budha)
Dalam Pandangan Khairil Yulian

Gautama Buddha dilahirkan dengan nama Siddhartha Gautama (Sanskerta: Siddhattha Gotama; Pali: “keturunan Gotama yang tujuannya tercapai”), dia kemudian menjadi sang Buddha (secara harfiah: orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna). Dia juga dikenal sebagai Shakyamuni (‘orang bijak dari kaum Sakya’) dan sebagai sang Tathagata. Siddhartha Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha[1] Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha) di masa sekarang. Waktu kelahiran dan kematiannya tidaklah pasti, sebagian besar sejarawan dari awal abad ke 20 memperkirakan kehidupannya antara tahun 563 SM sampai 483 SM; baru-baru ini, pada suatu simposium para ahli akan masalah ini,[2] sebagian besar dari ilmuwan yang menjelaskan pendapat memperkirakan tanggal berkisar antara 20 tahun antara tahun 400 SM untuk waktu meninggal dunianya, sedangkan yang lain menyokong perkiraan tanggal yang lebih awal atau waktu setelahnya.

Siddhartha Gautama merupakan figur utama dalam agama Buddha, keterangan akan kehidupannya, khotbah-khotbah, dan peraturan keagamaan yang dipercayai oleh penganut agama Buddha dirangkum setelah kematiannya dan dihafalkan oleh para pengikutnya. Berbagai kumpulan perlengkapan pengajaran akan Siddhartha Gautama diberikan secara lisan, dan bentuk tulisan pertama kali dilakukan sekitar 400 tahun kemudian. Pelajar-pelajar dari negara Barat lebih condong untuk menerima biografi Sang Buddha yang dijelaskan dalam naskah Agama Buddha sebagai catatan sejarah, tetapi belakangan ini “keseganan pelajar negara Barat meningkat dalam memberikan pernyataan yang tidak sesuai mengenai fakta historis akan kehidupan dan pengajaran Sang Buddha.”[3]

Orang tua

Ayah dari Pangeran Siddhartha Gautama adalah Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya dan ibunya adalah Ratu Mahā Māyā Dewi. Ibunda Pangeran Siddharta Gautama meninggal dunia tujuh hari setelah melahirkan Sang Pangeran. Setelah meninggal, beliau terlahir di alam/surga Tusita, yaitu alam surga luhur. Sejak meninggalnya Ratu Mahā Māyā Dewi, Pangeran Siddharta dirawat oleh Ratu Mahā Pajāpati, bibinya yang juga menjadi isteri Raja Suddhodana.

Riwayat hidup

Kelahiran

Pangeran Siddharta dilahirkan pada tahun 563 SM di Taman Lumbini, saat Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sal. Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya hangat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai.

Oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala, diramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi seorang Chakrawartin (Maharaja Dunia) atau akan menjadi seorang Buddha. Hanya pertapa Kondañña yang dengan tegas meramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Mendengar ramalan tersebut Sri Baginda menjadi cemas, karena apabila Sang Pangeran menjadi Buddha, tidak ada yang akan mewarisi tahta kerajaannya. Oleh pertanyaan Sang Raja, para pertapa itu menjelaskan agar Sang Pangeran jangan sampai melihat empat macam peristiwa. Bila tidak, ia akan menjadi pertapa dan menjadi Buddha. Empat macam peristiwa itu adalah:

  1. Orang tua,
  2. Orang sakit,
  3. Orang mati,
  4. Seorang pertapa.

Masa kecil

Sejak kecil sudah terlihat bahwa Sang Pangeran adalah seorang anak yang cerdas dan sangat pandai, selalu dilayani oleh pelayan-pelayan dan dayang-dayang yang masih muda dan cantik rupawan di istana yang megah dan indah. Pada saat berusia 7 tahun, Pangeran Siddharta mempunyai 3 kolam bunga teratai, yaitu:

  • Kolam Bunga Teratai Berwarna Biru (Uppala)
  • Kolam Bunga Teratai Berwarna Merah (Paduma)
  • Kolam Bunga Teratai Berwarna Putih (Pundarika)

Dalam Usia 7 tahun Pangeran Siddharta telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Pangeran Siddharta menguasai semua pelajaran dengan baik. Dalam usia 16 tahun Pangeran Siddharta menikah dengan Puteri Yasodhara yang dipersuntingnya setelah memenangkan berbagai sayembara. Dan saat berumur 16 tahun, Pangeran memiliki tiga Istana, yaitu:

  • Istana Musim Dingin (Ramma)
  • Istana Musim Panas (Suramma)
  • Istana Musim Hujan (Subha)

Masa dewasa

Kata-kata pertapa Asita membuat Raja Suddhodana tidak tenang siang dan malam, karena khawatir kalau putra tunggalnya akan meninggalkan istana dan menjadi pertapa, mengembara tanpa tempat tinggal. Untuk itu Baginda memilih banyak pelayan untuk merawat Pangeran Siddharta, agar putra tunggalnya menikmati hidup keduniawian. Segala bentuk penderitaan berusaha disingkirkan dari kehidupan Pangeran Siddharta, seperti sakit, umur tua, dan kematian, sehingga Pangeran hanya mengetahui kenikmatan duniawi.

Suatu hari Pangeran Siddharta meminta ijin untuk berjalan di luar istana, dimana pada kesempatan yang berbeda dilihatnya “Empat Kondisi” yang sangat berarti, yaitu orang tua, orang sakit, orang mati dan orang suci. Pangeran Siddhartha bersedih dan menanyakan kepada dirinya sendiri, “Apa arti kehidupan ini, kalau semuanya akan menderita sakit, umur tua dan kematian. Lebih-lebih mereka yang minta pertolongan kepada orang yang tidak mengerti, yang sama-sama tidak tahu dan terikat dengan segala sesuatu yang sifatnya sementara ini!”. Pangeran Siddharta berpikir bahwa hanya kehidupan suci yang akan memberikan semua jawaban tersebut.

Selama 10 tahun lamanya Pangeran Siddharta hidup dalam kesenangan duniawi. Pergolakan batin Pangeran Siddharta berjalan terus sampai berusia 29 tahun, tepat pada saat putra tunggalnya Rahula lahir. Pada suatu malam, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istananya dan dengan ditemani oleh kusirnya, Canna. Tekadnya telah bulat untuk melakukan Pelepasan Agung dengan menjalani hidup sebagai pertapa.

Setelah itu Pangeran Siddhartha meninggalkan istana, keluarga, kemewahan, untuk pergi berguru mencari ilmu sejati yang dapat membebaskan manusia dari usia tua, sakit dan mati. Pertapa Siddharta berguru kepada Alāra Kālāma dan kemudian kepada Uddaka Ramāputra, tetapi tidak merasa puas karena tidak memperoleh yang diharapkannya. Kemudian beliau bertapa menyiksa diri dengan ditemani lima orang pertapa. Akhirnya beliau juga meninggalkan cara yang ekstrim itu dan bermeditasi di bawah pohon Bodhi untuk mendapatkan Penerangan Agung.

Masa pengembaraan

Di dalam pengembaraannya, pertapa Gautama mempelajari latihan pertapaan dari pertapa Bhagava dan kemudian memperdalam cara bertapa dari dua pertapa lainnya, yaitu pertapa Alara Kalama dan pertapa Udraka Ramputra. Namun setelah mempelajari cara bertapa dari kedua gurunya tersebut, tetap belum ditemukan jawaban yang diinginkannya. Sehingga sadarlah pertapa Gautama bahwa dengan cara bertapa seperti itu tidak akan mencapai Pencerahan Sempurna. Kemudian pertapa Gautama meninggalkan kedua gurunya dan pergi ke Magadha untuk melaksanakan bertapa menyiksa diri di hutan Uruwela, di tepi Sungai Nairanjana yang mengalir dekat Hutan Gaya. Walaupun telah melakukan bertapa menyiksa diri selama enam tahun di Hutan Uruwela, tetap pertapa Gautama belum juga dapat memahami hakekat dan tujuan dari hasil pertapaan yang dilakukan tersebut.

Pada suatu hari pertapa Gautama dalam pertapaannya mendengar seorang tua sedang menasihati anaknya di atas perahu yang melintasi sungai Nairanjana dengan mengatakan:

Bila senar kecapi ini dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Kalau terlalu dikencangkan, putuslah senar kecapi ini, dan lenyaplah suara kecapi itu. Bila senar kecapi ini dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Kalau terlalu dikendorkan, maka lenyaplah suara kecapi itu.

Nasehat tersebut sangat berarti bagi pertapa Gautama yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan tapanya lalu pergi ke sungai untuk mandi. Badannya yang telah tinggal tulang hampir tidak sanggup untuk menopang tubuh pertapa Gautama. Seorang wanita bernama Sujata memberi pertapa Gautama semangkuk susu. Badannya dirasakannya sangat lemah dan maut hampir saja merenggut jiwanya, namun dengan kemauan yang keras membaja, pertapa Gautama melanjutkan samadhinya di bawah pohon bodhi (Asetta) di Hutan Gaya, sambil ber-prasetya, “Meskipun darahku mengering, dagingku membusuk, tulang belulang jatuh berserakan, tetapi aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku mencapai Pencerahan Sempurna.”

Perasaan bimbang dan ragu melanda diri pertapa Gautama, hampir saja Beliau putus asa menghadapi godaan Mara, setan penggoda yang dahsyat. Dengan kemauan yang keras membaja dan dengan iman yang teguh kukuh, akhirnya godaan Mara dapat dilawan dan ditaklukkannya. Hal ini terjadi ketika bintang pagi memperlihatkan dirinya di ufuk timur.

Pertapa Gautama telah mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Samyaksam-Buddha (Sammasam-Buddha), tepat pada saat bulan Purnama Raya di bulan Waisak ketika ia berusia 35 tahun (menurut versi Buddhisme Mahayana, 531 SM pada hari ke-8 bulan ke-12, menurut kalender lunar. Versi WFB, pada bulan Mei tahun 588 SM). Pada saat mencapai Pencerahan Sempurna, dari tubuh Sang Siddharta memancar enam sinar Buddha (Buddharasmi) dengan warna biru yang berarti bhakti; kuning mengandung arti kebijaksanaan dan pengetahuan; merah yang berarti kasih sayang dan belas kasih; putih mengandung arti suci; jingga berarti giat; dan campuran kelima sinar tersebut.

Penyebaran ajaran Buddha

Setelah mencapai Pencerahan Sempurna, pertapa Gautama mendapat gelar kesempurnaan yang antara lain: Buddha Gautama, Buddha Shakyamuni, Tathagata (‘Ia Yang Telah Datang’, Ia Yang Telah Pergi’), Sugata (‘Yang Maha Tahu’), Bhagava (‘Yang Agung’) dan sebagainya. Lima pertapa yang mendampingi Beliau di hutan Uruwela merupakan murid pertama Sang Buddha yang mendengarkan khotbah pertama Dhammacakka Pavattana, dimana Beliau menjelaskan mengenai Jalan Tengah yang ditemukan-Nya, yaitu Delapan Ruas Jalan Kemuliaan termasuk awal khotbahNya yang menjelaskan “Empat Kebenaran Mulia”.

Buddha Gautama berkelana menyebarkan Dharma selama empat puluh lima tahun lamanya kepada umat manusia dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang, hingga akhirnya mencapai usia 80 tahun, saat ia menyadari bahwa tiga bulan lagi ia akan mencapai Parinibbana.

Sang Buddha dalam keadaan sakit terbaring di antara dua pohon sala di Kusinagara, memberikan khotbah Dharma terakhir kepada siswa-siswa-Nya, lalu Parinibbana (versi Buddhisme Mahayana, 486 SM pada hari ke-15 bulan ke-2 kalender Lunar. Versi WFB pada bulan Mei, 543 SM).

Sifat Agung Sang Buddha

Seorang Buddha memiliki sifat Cinta Kasih (maitri atau metta) dan Kasih Sayang (karuna). Cinta Kasih dan Kasih Sayang seorang Buddha tidak terbatas oleh waktu dan selalu abadi, karena telah ada dan memancar sejak manusia pertama kalinya terlahir dalam lingkaran hidup roda samsara yang disebabkan oleh ketidaktahuan atau kebodohan batinnya. Jalan untuk mencapai Kebuddhaan ialah dengan melenyapkan ketidaktahuan atau kebodohan batin yang dimiliki oleh manusia. Pada waktu Pangeran Siddharta meninggalkan kehidupan duniawi, ia telah mengikrarkan Empat Prasetya yang berdasarkan Cinta Kasih dan Kasih Sayang yang tidak terbatas, yaitu

  1. Berusaha menolong semua makhluk.
  2. Menolak semua keinginan nafsu keduniawian.
  3. Mempelajari, menghayati dan mengamalkan Dharma.
  4. Berusaha mencapai Pencerahan Sempurna.

Buddha Gautama pertama melatih diri untuk melaksanakan amal kebajikan kepada semua makhluk dengan menghindarkan diri dari sepuluh tindakan yang diakibatkan oleh tubuh, ucapan dan pikiran, yaitu

  • Tubuh (kaya): pembunuhan, pencurian, perbuatan jinah.
  • Ucapan (vak): penipuan, pembicaraan fitnah, pengucapan kasar, percakapan tiada manfaat.
  • Pikiran (citta): kemelekatan, niat buruk dan kepercayaan yang salah.

Cinta kasih dan kasih sayang seorang Buddha adalah cinta kasih untuk kebahagiaan semua makhluk seperti orang tua mencintai anak-anaknya, dan mengharapkan berkah tertinggi terlimpah kepada mereka. Akan tetapi terhadap mereka yang menderita sangat berat atau dalam keadaan batin gelap, Sang Buddha akan memberikan perhatian khusus. Dengan Kasih Sayang-Nya, Sang Buddha menganjurkan supaya mereka berjalan di atas jalan yang benar dan mereka akan dibimbing dalam melawan kejahatan, hingga tercapai “Pencerahan Sempurna”.

Sebagai Buddha yang abadi, Beliau telah mengenal semua orang dan dengan menggunakan berbagai cara Beliau telah berusaha untuk meringankan penderitaan semua makhluk. Buddha Gautama mengetahui sepenuhnya hakekat dunia, namun Beliau tidak pernah mau mengatakan bahwa dunia ini asli atau palsu, baik atau buruk. Ia hanya menunjukkan tentang keadaan dunia sebagaimana adanya. Buddha Gautama mengajarkan agar setiap orang memelihara akar kebijaksanaan sesuai dengan watak, perbuatan dan kepercayaan masing-masing. Ia tidak saja mengajarkan melalui ucapan, akan tetapi juga melalui perbuatan. Meskipun bentuk fisik tubuh-Nya tidak ada akhirnya, namun dalam mengajar umat manusia yang mendambakan hidup abadi, Beliau menggunakan jalan pembebasan dari kelahiran dan kematian untuk membangunkan perhatian mereka.

Pengabdian Buddha Gautama telah membuat dirinya mampu mengatasi berbagai masalah didalam berbagai kesempatan yang pada hakekatnya adalah Dharma-kaya, yang merupakan keadaan sebenarnya dari hakekat yang hakiki dari seorang Buddha. Sang Buddha adalah pelambang dari kesucian, yang tersuci dari semua yang suci. Karena itu, Sang Buddha adalah Raja Dharma yang agung. Ia dapat berkhotbah kepada semua orang, kapanpun dikehendaki-Nya. Sang Buddha mengkhotbahkan Dharma, akan tetapi sering terdapat telinga orang yang bodoh karena keserakahannya dan kebenciannya, tidak mau memperhatikan dan mendengarkan khotbah-Nya. Bagi mereka yang mendengarkan khotbah-Nya, yang dapat mengerti dan menghayati serta mengamalkan Sifat Agung Sang Buddha akan terbebas dari penderitaan hidup. Mereka tidak akan dapat tertolong hanya karena mengandalkan kepintarannya sendiri.


[3]Lopez (1995). Buddhism in Practice. Princeton University Press. pp. 16.

**********************

Pandangan Khairil Yulian ibn Ruslan Abd al-Ghani ibn Abd al-Syukr al-Shiddiq tentang Sosok Siddhartha Gautama

Latar Belakang

Jika anda pernah membaca posting saya yang berjudul Pertanyaan tentang Iman yang Universal, maka anda akan melihat adanya hubungan antara posting itu dengan tulisan saya kali ini. Lahirnya konsep iman universal tersebut berasal dari sebuah pemikiran yang dikekang oleh fanatisme agama yang membutakan pemeluk suatu agama untuk membandingkan diri dengan orang lain. Efek negatif yang dilahirkan dari fanatisme agama tersebut adalah merasa benar sendiri, merasa diri paling benar dan orang lain salah, karena memang begitu konsep yang ditanamkan oleh pada umumnya agama terhadap pemeluknya, seperti perusahaan jasa yang bersaing untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dan mendokrin untuk tidak pindah ke produk lain.

Pada saat aku berpikir bahwa pemikiran bebasku dibelenggu oleh konsep fanatisme dalam beragama, keningku pun berkerut memikirkan jawaban atas  beberapa pertanyaan yang tiba-tiba muncul di benakku. Pertanyaan yang sangat mendasar menurutku waktu itu, yaitu:

  1. Mengapa setiap pemeluk agama menganggap agamanya paling benar?
  2. Apakah ajaran agama yang ku peluk ini adalah ajaran agama yang benar-benar “BENAR”?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu cukup menggangguku pada saat itu, mengingat aku adalah seorang muslim yang lahir dari keluarga muslim, tumbuh dan berkembang dalam lingkungan muslim, dan bahkan dididik di lembaga pendidik Islam dari Madrasah Aliyah, hingga kuliah S1 dan S2. Sebagai muslim yang besar dalam kondisi masyarakat yang Homogen, pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti di atas telah membuatku melepaskan status “muslimku” selama aku belum menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Bagi sebagian orang di sekitarku, tindakan yang ku lakukan itu dianggap terlalu berani, karena harus melepaskan aqidah. Namun bagiku, justru dari sinilah aku akan mematri diriku dengan aqidah yang memang lahir dari pencarian dan untuk mendapatkan keyakinan. Karena aku beranggapan bahwa apa artinya beragama jika tidak memiliki dasar keyakinan yang kuat. Hidup dalam homogentitas agama yang melahirkan fanatisme itu justru membuatku beranggapan agama yang ku peluk ini bukan agama yang benar. Jika agama ini adalah sebuah kebenaran, maka ia tidak akan pernah takut untuk disandingkan dengan sesuatu yang yang juga dianggap benar oleh orang lain.

Pencarian kebenaran dengan melepaskan keyakinan memang merupakan hal yang sangat menakutkan dalam hubungannya dengan masalah aqidah, tetapi hal ini memang harus ku lakukan jika keyakinan yang kupegang justru membuat hatiku bimbang akan sebuah kebenaran. Ajaran agama yang ku peluk sebenarnya sudah ku yakini kebenarannya, tetapi hal itu masih dalam keyakinan yang wajar, yaitu karena keluarga, lingkungan dan pendidikanku hanya seputar itu. Lagi pula, dengan konsep sederhana seperti itu, semua pemeluk agama apapun akan beranggapan seperti yang ku rasa, yaitu “Agamaku adalah agama yang paling benar”.  Keyakinan yang wajar dan sederhana itu tidak cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti yang sudah ku sebutkan sebelumnya. Perlu adanya usaha pencarian keyakinan yang lebih EXTREME untuk jiwa dan pemikiranku yang EXTREME, yaitu dengan membandingkan semua ajaran kebenaran.

Siddhartha Gautama adalah Sosok Nabi

Ajaran Agama Budha adalah salah satu dari lima ajaran agama yang ku ketahui sejak aku duduk di bangku sekolah dasar, karena dalam Falsafah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, ada lima Agama yang diakui, yaitu Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha. Dalam pencarian kebenaran yang ku lakukan, Ajaran Agama Budha adalah salah satu agama yang masuk dalam target pencarian kebenaran yang ku lakukan.

Dalam posting ini, saya tidak akan menyalahkan atau membenarkan ajaran agama Budha yang dibawa oleh Siddhartha Gautama, tetapi dalam pencarian kebenaran yang ku jalani ini, aku menemukan satu kesimpulan bahwa agama itu tidak bisa diciptakan begitu saja oleh manusia, diperlukan suatu falsafah mendasar yang menjadikan suatu ajaran pantas untuk disebut sebagai sebuah agama. Disamping itu, semua ajaran agama memang selalu mengajarkan kebenaran, karena itulah semua pemeluk agama menganggap agama yang dipeluknya itulah yang paling benar, termasuk dalam hal ini, ajaran yang dibawa oleh Siddhartha Gautama, yaitu ajaran agama Budha.

Dalam referensi yang saya kemukakan sebelumnya disebutkan bahwa Siddhartha Gautama pada awalnya juga merupakan manusia biasa yang sejak lahirnya sudah diberikan kelebihan. Ia lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai. Hal ini seperti juga kelahiran Isa al-Masih (Nabi Isa As) oleh Bunda Maria (Maryam) yang menandungnya tanpa Ayah. Seperti halnya juga kelahiran Muhammad Saw yang diwarnai dengan turunya ratusan burung Ababil yang menyerang tentara bergajah yang akan menghancurkan Ka’bah.

Pangeran Siddhartha Gautama yang sejak lahir diramalkan akan meninggalkan Istana, menyebabkan sang Ayah, Raja Suddhodana berusaha membahagiakan putra kesayangannya dalam kemewahan Istana. Pangeran Siddhartha tidak pernah diperkenalkan dengan beberapa hal, yaitu usia tua, penyakit, kematian, dan pertapa. Pangeran hanya tahu makna kebahagiaan itu dari kemewahan dalam Istana, wanita-wanita cantik, dan berbagai kenikmatan dunia lainnya. Sehingga pada saat ia berjalan ke luar Istana, sepanjang jalan yang akan dilaluinya harus lebih dulu dibersihkan dari ke-empat perkara yang dipantangkan untuk dilihat oleh Pangeran Siddhartha.

Namun waktu dan keadaan akhirnya mempertemukan Pangeran Siddhartha dengan semua perkara yang tidak pernah dikenalnya itu. Perjalanan keluar Istana yang telah dibersihkan sebelumnya tidak bisa menghalangi kenyataan bahwa Pangeran Siddhartha memang sudah waktunya mengenal adanya usia tua, penyakit, kematian dan pertapa. Keempat perkara itu secara tidak sengaja dilihatnya perjalanannya keluar Istana. Peristiwa itu sangat terkenal dalam sejarah kehidupan Siddhartha Gautama Sang Budha.

Apa yang dikhawatirkan Raja Suddhodana akhirnya menjadi nyata, Siddhartha Gautama akhirnya meninggalkan Istana untuk mencari kebenaran yang selama ini disembunyikan dari dirinya. berbagai usaha telah ia lakukan untuk mencari kebenaran, bahkan disebutkan ia pernah ikut bertapa bersama para pertapa Hindu, tetapi tidak juga ia temukan kebenaran yang ia harapkan. Sampai pada akhirnya, pertapa Gautama melakukan samadhi di bawah pohon bodhi (Asetta) di Hutan Gaya, sambil ber-prasetya, “Meskipun darahku mengering, dagingku membusuk, tulang belulang jatuh berserakan, tetapi aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku mencapai Pencerahan Sempurna.”

Pertapa Gautama telah mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Samyaksam-Buddha (Sammasam-Buddha), tepat pada saat bulan Purnama Raya di bulan Waisak ketika ia berusia 35 tahun. Dalam referensi yang penulis kemukakan di atas disebutkan bahwa pada saat mencapai pencerahan sempurna, dari tubuh Sang Siddhartha memancar enam sinar Buddha (Buddharasmi) dengan warna biru yang berarti bhakti; kuning mengandung arti kebijaksanaan dan pengetahuan; merah yang berarti kasih sayang dan belas kasih; putih mengandung arti suci; jingga berarti giat; dan campuran kelima sinar tersebut.

Melihat dari awal perjalanan kehidupan Siddhartha Gautama hingga ia menemukan pencerahan sempurna, saya berpikir Siddhartha Gautama adalah seorang Nabi, dan kejadian di bawah pohon bodhi (Asetta) di Hutan Gaya adalah saat-saat dimana ia menerima wahyu untuk disampaikan dan diajarkan kepada umat manusia.

Seperti halnya juga saya temukan dalam kisah Isa Al-Masih (Nabi Isa As), Siddhartha Gautama juga tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan atas ajaran Budha yang dibawanya. Para pengikutnyalah yang kemudian mengklain bahwa ia adalah Tuhan. Keadaan ini –menurut analisa saya,– adalah suatu hal yang wajar. Pengaruh besar yang ditinggalkannya menjadikan ia sebagai panutan para pengikutnya, sehingga wajar kebesaran pengaruhnya itu menjadikan ia dituhankan oleh pengikutnya.

Keadaan seperti ini juga bisa saja terjadi Muhammad Saw dengan Islam yang dibawanya. Perbedaannya adalah, Muhammad menanamkan nilai-nilai ketuhanan (Tauhid) pada awal penyebaran ajarannya, kemudian dilanjutkan dengan memberikan contoh teladan dan ajaran bagaimana bertingkah laku dengan sesama manusia dan makhluk lainnya. Dalam konsep penyebaran ajaran agama oleh Nabi-Nabi sebelumnya, aspek ketuhahanan ini –menurut saya– disejajarkan dengan pengajaran akhlak dan etika pergaulan sesama manusia, sehingga para pengikutnya kurang mengerti eksistensi Tuhan pasca kematiannya. Sehingga sang tokohlah yang kemudian diklain sebagai Tuhan. Muhammad Saw pun bisa saja diklain sebagai Tuhan jika dalam penyebaran Islam, tidak menanamkan nilai-nilai ketuhanan (Tauhid) pada awal penyebarannya.

Para pembaca yang budiman.!!

Terima kasih telah membaca poting ini…!!! 😆 Pemikiran yang sehat dan positif hendaknya tetap menjadi panduan untuk memfilter pemikiran-pemikiran luar yang masuk ke Head dan Heart anda, termasuk Head (Pemikiran) dan Heart (Perasaan) yang tertuang dalam tulisan-tulisan di blog saya ini….. Pencarian kebenaran yang saya lakukan, ternyata akhirnya membawa saya kembali pada ajaran yang saya peluk sebelumnya, yaitu Islam, dengan keyakinan yang lebih sempurna dari sebelumnya. 🙂 Insya Allah…

Microsoft Office Online


Hanya sekedar berbagi informasi yang ku peroleh juga secara tidak sengaja, yaaah ku sebut saja itu Microsoft Office Online, karena fungsinya sama seperti Microsoft Office yang biasa diinstall pada komputer, tetapi yang ini disediakan oleh sebuah website. Karena alasan itulah maka ku sebut ini dengan Microsoft Office Online.

Untuk dapat menggunakan layanan Office Online ini, ada beberapa langkah yang harus anda lakukan:

  1. Sign up atau Sign in di Windows Live
    Sign up jika anda belum memiliki Windows Live ID, atau Sign in jika sudah memilikinya. Dengan sebuah Windows Live ID, kamu bisa menerima layanan ke Hotmail, Messenger, Xbox LIVE — dan layanan Microsoft lainnya. Klik disini untuk Sign up atau Sign in.
  2. Pilih menu Office

    Office – Windows Live (ID: Khairil Yulian)

  3. Ada 4 pilihan office yang bisa dijalankan secara online.
  4. Gambar di bawah ini adalah tampilan Microsoft Office Word saat membuka file dengan nama example.docx
  5. File yang kamu buat tersimpan di SkyDrive berkapasitas 25 Gigabytes.

__________________________

Terima Kasih atas Kunjungan anda….

Artikel-artikel berikut ini mungkin menarik bagi anda:

Mengambil Teks pada File dengan Format Gambar/Photo


File dengan format Image ada bermacam-macam tipe, seperti BMP, JPG, JPEG, PNG, GIF, TIFF, dan masih banyak yang lainnya. Masing-masing tipe tersebut, mempunyai kualifikasi masing-masing. Pada kesempatan kali ini, saya tidak akan mengupas masalah itu, tetapi saya akan memberikan informasi yang mudah-mudahan bermanfaat bagi anda. yaitu tentang mengambil teks pada file dengan format image seperti yang sebutkan di atas.

Kecanggihan teknologi memang mempermudah orang dalam banyak aspek aktivitasnya, namun dalam konotasi yang negatif, kecanggihan teknologi justru mempermudah orang dalam melakukan berbagai kecurangan. Tergantung bagaimana kita menyikapi teknologi tersebut. Seperti halnya Tips yang akan saya berikan kali ini…. ➡ Pada dasarnya bertujuan untuk mempermudah anda dalam mengambil teks yang terdapat pada sebuah file image. 🙂 tetapi dalam prakteknya, ini juga bisa dijadikan trik dalam kecurangan…. 😕 Semua tergantung pada bagaimana anda menggunakannya ❓

Pernahkah anda mengambil fhoto sebuah berkas penting dengan kamera handphone anda? Dengan cara demikian, anda bisa kembali membaca teks pada berkas yang anda fhoto tersebut, tetapi anda tidak bisa mengedit teks yang ada dalam file fhoto tersebut. Tips berikut akan membantu anda untuk mengambil teks pada file dengan format image tersebut, sehingga anda bisa mengedit teks yang ada di dalammnya.

  1. Software
    Sebenarnya ada beberapa software yang dapat membantu anda mengambil teks pada sebuah berkas, seperti OmniPage. Namun dalam penggunaannya, anda memerlukan sebuah Scanner sebagai langkah menjadikan berkas anda sebagai file yang bisa dijalankan dengan software tersebut. Caranya sebenarnya sangat mudah, karena hanya terdiri dari 3 langkah utama, yaitu: 

    • Scan
    • Edit
    • Save as
  2. Konversi Online
    Cara kedua yang bisa anda lakukan adalah dengan media online. Ada dua cara mengubah gambar hasil scan dokumen menjadi teks dengan cara online, yaitu: 

    1. Masuk ke situs berikut: http://www.ocrconvert.com/
      • Upload file image yang ingin anda ambil teksnya saja
      • Klik Process
      • Setelah proses konversi sukses, Klik pada nama file untuk melihat hasilnya.
    2. Masuk ke situs berikut: http://docs.google.com
      Dengan cara yang kedua ini, anda harus mempunyai akun di Google. Login melalui akun google anda lalu Create New Document (Buat dokumen baru), langkah selanjutnya bisa anda pelajari saat anda menjalankannya …… 😳

Mudah-mudahan Tips dan Trik ini dapat membantu mempermudah aktivitas dalam kehidupan anda… 😆 Terima kasih telah membaca tulisan ini, jika anda tidak keberatan, berilah sedikit tanggapan terhadap posting ini. 😕 😕 😕 🙂 🙂 😀 😆

______________________________

Baca juga posting berikut ini:

  1. Download Software Konversi PDF ke WORD
  2. Konversi DOC ke PDF
%d blogger menyukai ini: