Perlukah Memperhatikan Penilaian Orang Lain Terhadap Diri Anda?


Kawan-kawanku sekalian…!! Dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan dan interaksi dengan orang-orang di sekitar adalah sebuah keharusan, karena posisi kita dalam pergaulan tergantung dari bagaimana anggapan mereka terhadap diri kita. Tetapi sejauh apa anggapan dan penilaian orang-orang tersebut harus terus kita perhatikan? Kisah di bawah ini mungkin bisa menjadi cermin untuk memandang pada pribadi anda selama ini.

😆

Ini adalah kisah seorang Pria setengah baya dengan anaknya yang sedang dalam perjalanan dengan membawa seekor unta yang masih terlalu kecil untuk ditunggangi oleh mereka berdua. Oleh karena itu, ang Ayah menyuruh anaknya untuk duduk di atas unta tersebut, sementara dia berjalan membimbing unta tersebut.

Saat melewati sebuah desa, terdengar suara orang-orang desa: “Dasar anak tidak tahu diri..!!! dia enak-enakan duduk di atas unta… dimana rasa hormatnya pada orang tuanya?”

Mendengar itu, Sang anak berkata: “Wahai Ayah! Biarlah Ayah saja yang duduk di atas unta kecil ini, dan saya yang berjalan menarik unta.”

“Baiklah!” Jawab sang Ayah yang mengerti dengan perasaan anaknya saat mendengar pembicaraan warga desa yang baru saja mereka lalui.

😆

Akhirnya, sampailah mereka di desa selanjutnya. di sana mereka mendengar lagi pembicaraan warga desa tentang mereka. “Dasar orang tua tidak tahu diri..!!! Anak kok di suruh jalan…!? Dia malah enak-enakan duduk di atas unta kecil.”

Mendengar itu, Sang Ayah berkata: “Wahai anakku..!! Sebaiknya kau juga naik ke atas unta ini…!!”

Sang anak tersenyum karena mengerti perasaan Ayahnya.

Akhirnya mereka berdua menaiki unta kecil itu hingga sampailah mereka di sebuah desa. Mereka berharap tidak perlu mendengar ada lagi pembicaraan warga desa tentang mereka. tetapi apa yang mereka bayangkan ternyata tidak sesuai dengan harapan mereka. Pada saat mereka memasuki desa tersebut, mereka kembali mendengar pembicaraan warga desa tentang mereka: “Dasar orang-orang yang tidak tahu diri…!!! Masa unta kecil begitu dinaiki berdua….”

Mendengar pembicaraan itu, Sang Ayah melompat dari punggung unta. “Wahai Anakku..!! jika kamu tidak mau duduk di atas unta ini, sebaiknya kita jalan kaki saja.”

“Menurutku juga begitu, Yah! sebaiknya unta ini kita gunakan untuk membawa barang saja.” Jawab sang anak.

Akhirnya mereka berdua jalan kaki sambil menarik unta kecil itu. Hingga sampailah mereka di sebuah desa. Dalam benak mereka berkata, apa lagi pembicaraan warga desa yang akan mereka dengarkan.? Benar saja, di sana mereka kembali mendengar pembicaraan warga desa itu tentang mereka.

“Dasar orang-orang aneh..!!! Membawa unta dalam perjalanan, tapi tidak ditunggangi…”

Mendengar itu, mereka akhirnya meninggalkan unta mereka di desa itu, dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki hingga ke desa tujuan mereka.

Sesampainya di desa tujuan, seorang warga desa menyapa mereka sambil bertanya: “Kenapa kalian tidak membawa unta dalam perjalanan jauh ini?”

Sang anak menatap Ayahnya, seraya berkata: “Wahai Ayah..!! Haruskah kita kembali ke desa tadi untuk mengambil unta kita?”

“……….” Sang Ayah hanya tersenyum tanpa memberikan penjelasan apa-apa pada anaknya…

😆

Senyuman sang Ayah adalah jawaban atas pertanyaan dalam judul, “Perlukah Memperhatikan Penilaian Orang lain Terhadap Diri Kita?”

About Khairil Yulian

Khairil Yulian Ibn Ruslan Abd al-Ghani Ibn Abd al-Syukr al-Siddiq

Posted on 22 Februari 2011, in Hikmah, Tips & Trick and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: