Siapakah Orang yang Paling Beruntung?


 Al-‘Ashr:
Vonis Terhadap Manusia Sepanjang Masa

“Demi masa!” Demikian salah satu sumpah Allah yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-‘Ashr ayat pertama. Tidak jelas dimaksudkan kapan masa yang dimaksudkan dalam ayat tersebut, apakah pada masa yang lalu, masa yang sekarang, atau masa yang akan datang. Jadi saya artikan, sumpah Allah dengan mengatas namakan waktu tersebut berlaku untuk semua masa, baik dulu, sekarang, maupun masa yang akan datang. Ada apa dengan masa sehingga Allah sampai bersumpah dengan mengatas namakan masa tersebut? Keterangan atas sumpah Allah tersebut terdapat dalam ayat selanjutnya pada surah yang sama yang artinya:

“Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.”

Saya memahami ayat ini sebagai keterangan atas sumpah Allah pada ayat sebelumnya. Jadi Allah bersumpah demi masa –tak perduli kapanpun masa itu terjadi–, maka sesuatu yang bernama manusia (disebutkan disana dengan kata al-insan) benar-benar akan berada dalam suatu kerugian. Dalam ayat kedua surah Al-‘Ashr ini, saya menemukan dua tauqid (penekanan/penegasan), yaitu kata “Sesungguhnya” (إِنَّ) pada awal ayat dan kata “benar-benar” (huruf “لَ” pada kata “لَفِي”) dipertengahan ayat. Penekanan ini berarti sumpah Allah dengan mengatas namakan waktu tersebut bukan sumpah biasa. Dalam sumpah-Nya, Allah menegaskan bahwa kapanpun masa itu terjadi, baik di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa yang akan datang, maka sungguh makhluk yang bernama insan (manusia) akan benar-benar berada dalam kerugian. Siapakan al-insan (manusia) itu? Makhluk yang bernama manusia itu tidak lain adalah saya, anda, dan semua jenis mamalia yang dalam dirinya diberikan akal dan nafsu yang menjadikannya menjadi satu-satunya makhluk dinamis di jagat raya ini.

Dengan gambaran di atas, berarti semua jenis makhluk Allah yang bernama manusia, baik ia laki-laki maupun perempuan, baik ia tua maupun muda, baik ia miskin ataupun kaya, baik ia pejabat ataupun rakyat, baik ia pimpinan ataupun karyawan, baik ia atasan ataupun bawahan, baik ia terkenal ataupun terdampar, dab baik ia merasa diri sebagai manusia, atau pun yang tidak….. Kapanpun mereka hidup, baik dulu, saat ini, ataupun di masa yang akan datang…. semuanya adalah objek atas sumpah Allah dengan mengatasnamakan masa sebagai kelompok yang benar-benar berada dalam kerugian.

Sobat pembaca sekalian! Jangan buru-buru berpikir untuk menafikan diri sebagai manusia, atau berpikir lebih baik jadi binatang atau tumbuhan, karena sumpah Allah terhadap al-insan ini bukan tanpa pengecualian. Pada ayat terakhir surah Al-‘Ashr ini diterangkan, “Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”

Dalam pemahaman saya, meskipun Allah telah bersumpah dan memvonis bahwa manusia akan benar-benar berada dalam kerugian, kapanpun waktu itu terjadi, tetapi Allah juga memberikan pengecualian kepada empat golongan manusia, yaitu:

  1. Orang-orang yang beriman
  2. Orang-orang yang beramal saleh
  3. Orang-orang yang saling menasehati dalam kebaikan, dan
  4. Orang-orang yang saling menasehati dalam kesabaran.

Sekarang tinggal kita memahami seperti apa orang yang beriman itu dan apakah kita termasuk kedalam golongan itu? atau seperti apa orang yang beramal saleh itu, dan apakah kita termasuk ke dalam golongan mereka? atau seperti apa mereka yang saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, dan apakah kita juga termasuk ke dalam golongan mereka?

***🙂 ***

Sekarang waktunya introspeksi diri kita masing-masing
dan silahkan baca ulang ayat-ayat dari Kitab suci Al-Qur’an di bawah ini..!!

بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَالْعَصْرِ

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

(QS. Al-‘Ashr/103: 1 -13)

Jika anda bermasalah dengan esensi artikel ini, sebaiknya anda baca ini juga!

About Khairil Yulian

Khairil Yulian Ibn Ruslan Abd al-Ghani Ibn Abd al-Syukr al-Siddiq

Posted on 4 Maret 2012, in Islam, Opini and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: