Menghindari Penyakit Maag ala Rasulullah Saw


Aku memang bukan Dokter atau orang yang memahami dengan baik masalah kesehatan, tetapi aku adalah orang yang pernah merasakan bagaimana rasanya sakit, dan berusaha untuk tidak merasakannya lagi. Karena saat sedang sakit itu adalah saat-saat yang paling tidak menyenangkan, namun juga sekaligus saat-saat yg bisa menyadarkanku bahwa betapa kesehatan adalah sebuah nikmat Allah yang sangat besar yang harus selalu disyukuri.

Maag adalah penyakit yang telah ku derita sejak lama. Pada awalnya, penyakit ini benar-benar menggangguku. Bahkan yang terpikir olehku adalah penyakit Maag adalah penyakit yang paling menyakitkan. Gejala Maag yang ku rasakan adalah pinggang dan tulang belakang terasa pegal. Saat sedang bekerja duduk di depan komputer, pinggang terasa penat adalah hal yang biasa. Cukup dengan sedikit peregangan, maka penat itu akan hilang. Tetapi jika itu adalah gejala Maag, maka peregangan tulang belakang, baik dibawa berdiri, duduk, atau bahkan berbaring pun penat itu tidak hilang. Jika sudah demikian, maka aku akan cepat-cepat mencari obat Maag.

Pada suatu ketika, aku bertemu dengan teman lamaku (teman waktu SMP dan waktu mondok). Sekarang dia bekerja di sebuah Rumah Sakit. Ada sebuah nasehat kesehatan tentang penyakit Maag yang menurutku sangat rasional, ilmiah sekaligus memiliki nilai-nilai religius. Hehehe…. 🙂 Apakah menurutmu aku terlalu banyak bicara? Baiklah…!! Berikut ini, aku akan mencoba mendeskripsikan dengan bahasaku sendiri, bukan dengan bahasa kedokteran atau bahasa ulama.

Penyakit Maag

Menurut beberapa keterangan yang ku peroleh tentang penyakit Maag, dikatakan bahwa penyakit ini bisa dihindari dengan pola makan yang teratur. Statement itu memang tidak bisa disalahkan. Tetapi perlu diketahui bahwa awal penyakit Maag justru adalah pola makan teratur itu sendiri. Anda tidak percaya? Begini gambarannya…😆

Kebiasaan makan teratur berpotensi menderita Maag pada saat kebiasaan teratur itu tidak bisa lagi dilakukan. Hal semacam ini biasanya terjadi pada saat seseorang berpindah dari suatu lingkungan ke lingkungan lainnya, seperti seorang anak yang terbiasa makan teratur di rumahnya, sehingga pada saat ia hidup terpisah dari orang tuanya kebiasaan makan teratur itu tidak bisa ia pertahankan, sementara pola makan teratur itu sendiri masih melekat dalam kebiasaanya. Akibatnya, jika ia terlambat makan, maka lambungnya akan mengalami kelebihan asam lambung yang berdampat pada lukanya dinding lambung, karena sudah tidak ada lagi makanan yg tersisa di lambung. Rasa sakit yang diakibatkan oleh lukanya dinding lambung inilah yang disebut dengan Maag.

Pengaruh Niat

Tingkat pengeluaran asam lambung sebenarnya dipengaruhi oleh niat. Kebiasaan makan teratur telah menanamkan niat untuk makan pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Niat tersebut seperti memberi perintah kepada otak untuk mengontrol tingkat pengeluaran asam lambung. Pada saat seseorang sedang sarapan pagi, secara tidak sadar ia telah berniat untuk kembali mengisi lambungnya pada siang hari. Inilah yang saya sebut sebagai niat yang tertanam akibat pola makan teratur. Effect dari niat ini menyebabkan asam lambung dikeluarkan untuk mencerna makanan yang ada di lambung, sehingga pada saat siang hari nanti, lambungnya sudah kosong dan siap untuk diisi kembali dengan makanan. Apabila pola makan teratur masih bisa dipertahankan, maka ini tidak akan berpotensi untuk mengalami Maag. Tetapi jika pada waktu tersebut, ia tidak mengisi lambungnya, maka asam lambung yang terus keluar mengisi lambung akan merusak dinding lambung, sehingga anda akan merasa sakit di perut anda.

Pengaruh yang ditimbulkan oleh niat ini bisa dirasakan pada saat berpuasa. Menurut kesehatan puasa memang baik untuk mencegah penyakit Maag. Hal ini terkait dengan penjelasan di atas, yaitu berhubungan dengan masalah niat. Pada saat seseorang berniat untuk puasa, maka secara tidak langsung ia telah berniat untuk makan hanya pada saat waktu berbuka. Niat tersebut mempengaruhi otak untuk memberikan perintah kepada asam lambung agar mengurangai produksinya, sehingga proses pencernaan di lambung berjalan lebih lambat, karena niat yang yang tertanam di hati merencanakan hanya akan mengisi lambung pada sat berbuka.

Hadits Rasulullah

Nahnu Qaumun la Na’kulu hatta Naju’ wa idza na’kulu la nasbu’.” Demikian bunyi sebuah hadits tentang pola makan yang diajarkan Rasulullah. Arti dari Hadits tersebut kurang lebihnya adalah sebagai berikut: “Kami ada suatu Kaum yang tidak makan sebelum lapar, dan jika kami makan tidak sampai kenyang.”

Saya berpikir, pola makan yang disebutkan dalam Hadits tersebut benar-benar efektif untuk mencegah kambuhnya penyakit Maag. Konsep niat sebagaimana saya sebutkan di atas, sangat erat hubungannya dengan pola makan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw ini. Dalam hadits tersebut diterangkan bahwa umat Rasulullah Saw adalah orang-orang yang tidak makan sebelum lapar. Ini artinya, Rasulullah Saw tidak pernah mengajarkan untuk berniat mempola makan teratur. Senada dengan uraian saya sebelumnya, bahwa pola makan teratur itulah yang menyebabkan Maag, yautu pada saat pola itu tidak bisa terus berjalan dengan baik.

Lihatlah mereka yang berada dalam kekurangan, mereka yang hidup dari meminta belas kasihan orang lain, mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Saya tidak pernah mendengar penyakit Maag ada di antara mereka. Hal ini karena mereka memang tidak bisa untuk berniat makan.

Aktualisasi (Tidak Penting untuk dibaca)

Cara saya memahami hadits tersebut dalam hubungannnya dengan konsep niat, telah merubah pola pikir saya dalam penerapan pola makan. Saya mencoba untuk makan hanya pada saat lapar. Dengan kata lain, saya tidak pernah lagi berniat untuk makan. Pengaruhnya lumayan besar dalam menjaga lambung saya dari kambuhnya penyakit Maag. Tetapi di sisi lain, hal ini berpengaruh pada pola kerja saya. Penerapan jam makan siang, tidak bisa ditentukan pada jam tertentu. begitu juga pada jam makan malam dan sarapan.

Oleh karena itulah, saya tidak suka bekerja dengan aturan waktu yang menharuskan saya mempola hidup saya. Kebebasan adalah cara terbaik dalam pola kerja saya. Bukan semata dipengaruhi oleh bawaan penyakit Maag yang telah saya derita sejak lama, tetapi juga dipengaruhi bawaan pribadi dan obsesi untuk bekerja dengan cara saya.😀😀😀

About Khairil Yulian

Khairil Yulian Ibn Ruslan Abd al-Ghani Ibn Abd al-Syukr al-Siddiq

Posted on 4 Maret 2012, in Kesehatan, Opini, Tips & Trick and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. terima kasih sobat atas infonya, kebetulan maag ku sering kambuh klo pas bangun pagi

  2. khairil Yulian

    Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda….

  1. Ping-balik: MAAG: Jangan Pernah Berniat Makan…!!! - Blogger Banua

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: