Bagaimana Agar Mengajar menjadi menyenangkan


Bagi kamu yang berstatus sebagai tenaga pengajar, baik Dosen, Guru, maupun Instruktur, kamu tentu pernah mengalami suasana mengajar yang tidak menyenangkan. Berbagai alternatif metode mungkin telah kamu coba untuk membuat suasana mengajar menjadi menyenangkan, tetapi tetap saja tidak kamu temukan situasi menyenangkan yang kamu inginkan.

Tips berikut mungkin akan dapat membantu kamu untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dalam mengajar.

  1. Pahami Dirimu..!!
    Sebagai seorang yang berstatus tenaga pengajar, tentunya kamu juga pernah menyandang status sebagai pelajar. Kamu pasti pernah menyukai profil seorang guru/dosen yang pernah mengajarmu. sebaliknya, kamu juga mungkin pernah mendapati guru/dosen yang tidak kamu sukai. Sekarang keadaannya adalah kamu berada pada posisi tenaga pengajar. Pahami Dirimu..!! Seperti apa dirimu di mata anak didikmu? Apakah seperti guru/dosen yg kamu sukai, atau seperti guru/dosen yang tidak kamu sukai?
  2. Benahi Dirimu..!!
    Jika suatu mata pelajaran tidak kamu sukai, maka kamu tidak akan menemukan kesenangan dalam mengajar. Pelajaran tertentu tidak kamu sukai, pada umumnya disebabkan kamu memang tidak menguasai pelajaran tersebut. Oleh karena itu, Benahi dirimu..!! Perluas wawasan dan pengetahuanmu tentang materi pelajaran yang kamu ajarkan.
  3. Yakinkan dirimu..!!
    Salah satu hal terpenting yang harus ada saat mengajar adalah semangat. Seorang guru/dosen tidak akan bisa mengharapkan semangat belajar pada anak didiknya, jika dia sendiri tidak menunjukkan semangat itu pada anak didiknya. Oleh karena itu, Yakinkan dirimu..!! Tunjukkan bahwa kamu memiliki kompetensi di bidangmu! Tunjukkan antusiasmu dalam mengajar! Perlihatkan semangat mengajarmu kepada mereka yang menerima pelajaran darimu!
  4. Pahami diri mereka..!!
    Seorang tenaga pengajar yang baik, adalah tenaga pengajar yang mampu mengukur dan membandingkan kemampuannya dengan anak didiknya. Kadang terjadi permasalahan, seorang tenaga pengajar yang begitu antusias dalam menyampaikan materi pelajaran, tetapi siswanya hanya terdiam bingung menerima pelajaran tersebut. Selain tingkat kemampuan intelijensi tersebut, keadaan psikologis pada peserta didik juga harus diperhatikan. Oleh karena itu, pahamilah diri mereka..!! Jangan mengharapkan peserta didik memahami kemampuan kamu, tetapi kamulah yang diharapkan mampu memahami keadaan pada peserta didikmu, baik tingkat IQ mereka, maupun keadaan psikologis yang ada pada mereka.
  5. Benahi diri mereka..!!
    Tingkat kecerdasan dan kondisi psikologis yang berbeda-beda pada masing-masing anak didik, mengharuskan seorang guru/dosen melakukan suatu strategi mengajar yang tepat, baik dalam hal pemilihan metode dan media yang sesuai dengan materi yang diajarkan, maupun dalam hal memahami keadaan peserta didik tersebut. Oleh karena itu, seorang tenaga pengajar yang baik tidak seharusnya membawa anak didik langsung masuk kepada materi yang akan diajarkan, tetapi haruslah terlebih dahulu masuk ke dalam dunia mereka, kemudian membawa mereka ke dunia yang diinginkan oleh tenaga pengajar tersebut. Benahi keadaan anak didik dari dalam diri mereka sendiri, masuki emosi mereka, buatlah anak didik mengikuti keinginan anda tanpa dipaksa, dan tumbuhkan rasa percaya diri mereka.
    Dalam hal ini, penting bagi seorang guru untuk mempelajari ilmu jiwa (Psikologi).
  6. Yakinkan diri mereka..!!
    Tenaga pengajar yang bersemangat dalam mengajar dan siswa yang bersemangat dalam belajar, pastinya akan menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan. Oleh karena itu, Yakinkan mereka..!! Berikan motivasi yang membuat peserta didik tersenyum dan antusias dalam menerima materi pelajaran yang anda berikan, dan jangan pernah tumbuhkan semangat belajar pada anak didik yang didasari oleh rasa takut, karena dibayang-bayangi oleh adanya suatu ancaman atau hukuman.

Dikutib dari berbagai sumber

Lihat artikel di FacebookClick here
  • Pahami, Benahi dan Yakinkan diri anda (Guru)…!!
  • Pahami benahi, dan Yakinkan diri mereka (Murid)…!!

About Khairil Yulian

Khairil Yulian Ibn Ruslan Abd al-Ghani Ibn Abd al-Syukr al-Siddiq

Posted on 3 Juli 2012, in Opini, Pendidikan, Tips & Trick and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: