Monthly Archives: Januari 2014

Revisi Artikel “12 JANUARI DALAM LINTASAN SEJARAH”


3 tahun yang lalu (12/1/2011) aku pernah menerbitkan sebuah artikel berjudul 12 Januari Dalam Lintasan Sejarah. Artikel tersebut merupakan sebuah ekspresi untuk merayakan hari ulang tahunku secara pribadi di dunia maya.

Tanggal 12 Januari sebagai hari ulang tahunku di tahun-tahun berikutnya (mudah-mudahan panjang umur….) akan menjadi moment yang tak terlupakan seumur hidup, karena kado yang ku terima pada hari ulang tahunku tahun ini (2014) bukan memberi kebahagiaan, tapi malah sebaliknya…

Di hari Ulang Tahunku, (Minggu, 12 Januari 2014) Pagi-pagi sekali aku menerima panggilan di HPku dari adikku di kampung yang mengabarkan bahwa Mama telah meninggal dunia. 😦 😦 😦 Sebuah khabar yang sama sekali tidak pernah ku sangka dan tidak pernah ku harapkan. Padahal 1 hari sebelum ku terima khabar kematian Mamaku (Sabtu, 11 Januari 2014), aku baru saja tiba di Kotabaru setelah seminggu di Kampung halamanku (Tabudarat Selatan – Kab. Hulu Sungai Tengah – Kalsel).

__________________

Selamat Jalan, Mama….
Semoga kau bahagia di sana…
Dengan mengharapkan ridha Allah, ku hadiahkan pahala dari setiap ibadahku untukmu, Mama….

Tahun Baru 2014


Malam Tahun Baru 2014 ini mengingatkanku pada tahun Baru 2013. Waktu itu aku terjebak macet yang luar biasa ketika pulang dari acara syukuran pembukaan Cabang Baru Bimbingan Belajar Quantum Islamic Education di daerah Gunung Sari Banjarmasin.

Waktu itu, aku pulang dari acara tersebut sekitar pukul 20.00 Wita (31 Desember 2012, dan baru tiba di rumah pada pukul 01.00 Wita (1 Januari 2013). Sebuah perjalanan melewati pergantian tahun yang cukup mengesankan. Bagaimana tidak,,, Perjalanan yang secara normal hanya dapat ditempuh dalam waktu 15 menit, harus ditempuh selama lebih dari 5 jam.

Mungkin begitulah gambaran kondisi kemeriahan jalanan di kota Banjarmasin – Kalimantan Selatan pada malam pergantian tahun. Mungkin kondisi yang sama juga terjadi setiap tahun, dan mungkin juga di setiap kota besar di Indonesia, dan mungkin juga berlalu di berbagai negara di dunia.

Dalam tulisan saya kali ini, saya hanya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014 bagi siapa saja yang merayakannya. Namun hal yang terpenting di balik kemeriahan malam tahun baru 2014 ini adalah “Jangan lupa menyisipkan do’a kepada Sang Pencipta, Semoga tahun depan akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.” Wassalam….

Malam Tahun Baru tahun ini, aku berada di Kotabaru Kalimantan Selatan. Mendengarkan dentuman-dentuman kemeriahan petasan, firework, dan suara terompet yang saling sahut menyahut, sambil memberikan sedikit perbaikan tampilan pada website ADIJEVOIS.com

%d blogger menyukai ini: