Arsip Blog

Menggali Hikmah dari Waktu


    1. Berapapun kekayaan anda, berapapun penghasilan anda, berapapun usia anda, dimanapun anda berada, dan tak perduli siapapun anda….. Kita semua diberikan waktu yang sama, yaitu “24 jam dalam sehari”
    2. Barang yang berserakan di kamar atau di rumah kita, dapat membuat waktu kita terbuang. Pertama, karena kita perlu waktu banyak untuk membereskan kamar, atau kedua, kita akan kesulitan mencari sesuatu yang kita butuhkan karena kamar atau rumah kita berantakan.
    3. Jangan terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang belum kita lakukan. Seperti memikirkan, “Bisakan anda melakukannya?” atau “Berapa waktu yang akan anda habiskan untuk melakukannya?” Gelisah akan membuat anda tidak nyaman dalam melakukan pekerjaan anda, dan itu akan berakibat pada efesiensi waktu anda dalam melakukan pekerjaan tersebut.
    4. Untuk sesuatu yang menjadi rutinitas anda, siapkanlah segala sesuatunya jauh sebelum anda melakukannya. Anda tentu tidak menginginkan merasa lelah pada saat anda akan memulai pekerjaan anda, karena anda disibukkan oleh persiapan-persiapan yang mendesak?
    5. Untuk pekerjaan yang menjadi rencana anda, jangan hanya diingat di kepala anda, tetapi catatlah dalam buku agenda kegiatan anda. Selain adanya kemungkinan lupa, anda tentunya juga tidak ingin membebani kepala anda dengan memikirkan sesuatu yang masih jadi rencana?
    6. Hiasi pandangan anda dengan sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan! Kenyamanan dalam bekerja, sangat didukung oleh kenyamanan suasana kerja anda.
    7. Hitunglah berapa penghasilan anda selama 1 bulan. kemudian tanyakan pada diri anda, berapa harga 1 jam pekerjaan saya? Anda akan dapat memikirkan untuk melakukan sesuatu yang diluar rutinitas jika anda merasa 1 jam anda dihargai begitu murah.
    8. Jika anda menghabiskan 10 menit untuk mencari sesuatu yang lupa dimana meletakkannya, maka anda telah menghabiskan lebih dari 60 jam setiap tahun. oleh karena itu, biasakan untuk meletakkan barang anda kembali ke tempatnya.
    9. Apakah anda pernah duduk sendiri di ruang tamu rumah seseorang, karena org yang anda tunggu masih dalam perjalanan pulang? Apa yang anda lakukan untuk waktu anda yang tercuri itu? oleh karena itu, Siapkanlah selalu perlengkapan yang bisa membantu anda mengisi waktu yang mungkin tercuri dari anda.
    10. Hilangnya ide dan kreativitas adalah penghambat efesiensi waktu yang paling mengganggu. Cobalah teknik pembukaan kembali pintu ide dan kreativitas tersebut dengan cara mengambil sehelai kertas dan ballpoint, kemudian tulislah sebuah surat kepada teman anda, dan ungkapkan bahwa anda lagi “Blank”.
    11. Menjaga jalur komunikasi dengan atasan atau dengan bawahan anda. Bandingkan dan perhatikan! adakah anda melihat waktu anda akan lebih efektif dan efisien?
    12. Kesulitan berkonsentrasi atau kehilangan konsentrasi juga merupakan penghambat efektivitas waktu. Cobalah berlatih memahami apa yang anda lakukan. Coba juga mendeteksi diri anda sendiri saat anda kehilangan konsentrasi, dan luangkan waktu 5 menit coba kembali memahami apa yang anda lakukan.
    13. Sebelum anda memulai pekerjaan anda, pikirkan terlebih dahulu, adakah kewajiban yang belum anda lakukan. Masih adanya beban kewajiban yang belum anda laksanakan akan dapat mengganggu pekerjaan dan konsentrasi anda.
    14. Jika ada orang yang meminta bantuan anda, maka katakan “YA” dan bantulah dia! Tetapi jika anda memang tidak bisa membantunya, karena anda memang tidak punya waktu atau alasan lain, maka jangan katakan “TIDAK”. Berikanlah solusi kepadanya, atau hubungi teman anda yang mungkin bisa membantunya.
    15. Tetapkan batas waktu penyelesaian suatu pekerjaan, dan tetapkan pula target anda pada batas akhir penyelesaian pekerjaan anda tersebut. Dengan begitu anda akan bisa memilih untuk terus membuang waktu anda dalam pekerjaan itu, atau membuangnya pada pekerjaan lain yang lebih produktif.
    16. Tetapkanlah 1 hari sebagai hari libur bagi anda! Gunakan saat-saat libur anda dengan memikirkan sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaan anda! Hari-hari sisanya adalah waktu untuk anda bekerja.
    17. Jika anda mempunyai gaya hidup yang excelent, maka anda harus bisa menggunakan waktu anda untuk lebih banyak mengumpulkan pengalaman daripada mengumpulkan benda-benda.
    18. Jika anda merasa memiliki terlalu banyak tugas, dan merasa semuanya adalah prioritas yang sangat mendesak. maka kerjakanlah terlebih dahulu pekerjaan yang memberikan kepuasan bagi anda. Pertimbangkan dulu semua pekerjaan tersebut dengan sebuah pertanyaan, “Apa yang saya rasakan saat pekerjaan ini saya selesaikan?”
    19. Anda dapat menghemat waktu anda dengan memulai suatu pembicaraan langsung mengatakan tentang apa yang anda ingin bicarakan dengannya.
    20. Hal terburuk dari menunda-nunda pekerjaan adalah pekerjaan tersebut akan terus membesar dan semakin menumpuk.
    21. Produktifkan waktu istirahat anda dengan sesuatu yang membuat anda santai.
    22. Terkadang waktu melamun adalah waktu yang berkualitas.
Iklan

Membeli Token Top Eleven Via SMS



Banyak hal dalam permainan Top Eleven – Be a Football Manager yang menggunakan Token, seperti bisa anda lihat pada video di bawah ini: ➡

Banyaknya jumlah Token yang diperlukan dalam permainan Top Eleven – Be a Football Manager ini tidak sebanding dengan jumlah Token yang diperoleh dari Kontrak hak tayang TV yang hanya memberikan rata-rata 1 Token perhari. Bagi mereka yang sudah kecanduan dengan permainan ini, biasanya berpikir untuk mencari Cheat Token sebagai upaya untuk mendapatkan Token secara ilegal, dan bagi pemain yang memiliki kemampuan pinansial yang baik, maka ia akan berpikir untuk membeli Token secara sah.

Sebenarnya, Banyaknya jumlah token yang diperlukan dalam permainan Top Eleven – Be a Football Manager, merupakan strategi bisnis yang digunakan oleh pihak pengembang permainan ini. Betapa tidak, semua pengguna Facebook bisa menggunakan permainan ini secara gratis, tetapi untuk pada beberapa pengembangan kemampuan tim dan pemain secara singkat, yang diperlukan adalah Token dalam jumlah yang besar. Token dalam jumlah besar tersebut hanya bisa diperoleh dengan cara mengumpulkan satu persatu setiap hari, atau dengan cara membeli.

Dalam permainan Top Eleven – Be a Football Manager, anda bisa mendapatkan Token via SMS, caranya adalah dengan menukarkan pulsa anda senilai jumlah Token yang anda inginkan. Namun sayangnya. tidak semua operator seluler memberikan layanan pembelian Token via SMS ini. 😦

Link Cantik:

Perhatian:

Saya mohon maaf, bagi yang nyasar ke sini untuk mendapatkan Cheat Token. Karena saya tidak ingin berbagi hal-hal yang illegal, kecuali jika itu dianggap pantas….!!! 😆

FREELANCE AGENCY: Gaji Rp.12.000.000,- perbulan


Bagi anda yang menginginkan penghasilan bulanan yang lebih besar, karena gaji anda tidak mampu mencukupi kebutuhan anda, maka yang anda perlukan bukan pekerjaan baru yang lebih menjanjikan, tetapi pekerjaan sampingan yang tidak mengikat, namun bisa memberikan income yang terus menerus.

FREELANCE AGENCY DI PASAR BANUA

Freelance Agency (FA) adalah karyawan lepas yang tidak terikat dengan jam kerja pada perusahaan tempat dia bekerja. Pada umumnya, seorang hanya akan menerima upah apabila ia bekerja. Kali ini, PASAR BANUA menawarkan konsep Freelance Agency (FA) dalam kinerja di lapangan, dengan penghasilan yang terus menerus diberikan setiap bulan.

Apa yang harus dikerjakan oleh seorang
Freelance Agency PASAR BANUA?

Pada intinya, pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang Freelance Agency (FA) PASAR BANUA adalah membantu pihak pengelola website PASAR BANUA dalam mempromosikan website PASAR BANUA dan mengajak para enterpreneur Kalimantan Selatan untuk mempromosikan usahanya di website PASAR BANUA

Jika anda berminat untuk menjadi seorang Freelance Agency (FA) di PASAR BANUA, silahkan hubungi saya…!!

Keterangan lebih lengkap mengenai Freelance Agency (FA) PASAR BANUA, bisa anda baca langsung di situs PASAR BANUA.

WWW.PASAR-BANUA.COM

MEDIA PEMASARAN KALIMANTAN SELATAN

Read the rest of this entry

Program Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kalimantan Selatan


Pada dasarnya, aku bukan orang yang bergelut dengan kegiatan-kegiatan sosial, apalagi yang berhubungan dengan pengembangan usaha kecil dan menengah di Kalimantan Selatan. Aku juga bukan pejabat Dinas Sosial yang memang seharusnya memikirkan bagaimana mengembangkan usaha kecil dan menengah dalam meningkatkan tarap hidup masyarakat kecil yang merupakan bagian dari Bangsa ini.

Ide Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kalimantan Selatan ini lahir dari pentingnya iklan dan promosi usaha dalam meningkatkan penghasilan dari usaha kecil dan menengah. Karena pada umumnya, kalahnya pengusaha berskala menengah ke bawah bersaing dengan pengusaha besar, salah satunya disebabkan oleh kalahnya mereka dalam kegiatan promosi dan pemasaran.

Pemikiran tentang pentingnya iklan dan promosi usaha bagi para pemilik usaha kecil dan menengah tersebut, melahirkan satu ide untuk memulai bisnis iklan dan promosi usaha yang berorientasi pada pengusaha kecil dan menengah tersebut, yaitu dengan menyediakan sebuah wadah untuk mereka mempromosikan usahanya melalui media yang bergengsi dengan anggaran yang ditekan seminimal mungkin.

Media iklan dan promosi yang saya kembangkan untuk membantu pengusaha kecil dan menengah di Kalimantan Selatan dalam mengembangkan usahanya adalah berbentuk media internet, yaitu dengan membuat satu situs yang khusus mempromosikan usaha-usaha berskala kecil dan menengah yang ada di Kalimantan Selatan. Nama situs internet yang ku kembangkan adalah Pasar Banua yang mengemban misi sebagai Media Pemasaran Kalimantan Selatan.

Kendala yang sering dihadapi dalam pelaksanaannya, antara lain pemahaman yang kurang baik dari para pemilik usaha kecil dan menengah tentang dunia iklan dan promosi di internet. Sehingga, setiap kali melakukan penawaran, maka tenaga marketing di lapangan juga harus terus memberikan penjelasan panjang lebar tentang internet dan teknis pemasangan iklan di internet serta keuntungannya. Kurangnya pemahaman para pengusaha kecil dan menengah tentang iklan dan promosi usaha secara online di internet ini, juga mengharuskan tenaga marketing di lapangan menguasai lebih dalam tentang internet dan teknis serta keuntungan dari pemasangan iklan di internet.

Pengelolaan website Pasar Banua ini, di satu sisi merupakan sebuah bisnis, tetapi di sisi lain, tersimpan satu harapan akan menjadikan website Pasar Banua ini sebagai barometer usaha di Kalimantan Selatan. Harapan tersebut mungkin tidak akan mudah terwujud, jika semata dilaksanakan dengan pola kerja bisnis berbasis iklan. Oleh sebab itu, dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah daerah dan dinas-dinas terkait akan sangat membantu terlaksananya program pengembangan usaha kecil dan menengah di Kalimantan Selatan yang mendasari bisnis iklan dan promosi usaha yang ku jalankan ini.

INFO dan TIPS: Menawarkan Lagu-Lagu Ciptaan Anda Sendiri


online access to SONY-BMG, Visit here: http://sonymusic.co.id/

Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menciptakan lagu yang bagus dan membuat orang suka dalam sekali dengar. Musisi yang sudah terkenal pun sangat bergantung pada lagu-lagu bagus untuk dapat tetap bertahan di belantika musik Indonesia. Masyarakat Indonesia memang objektif dan adil dalam menilai lagu artis penyanyi terkenal dan baru. Musisi lama yang gagal menciptakan lagu baru yang bagus akan dengan mudah dilupakan dan diganti dengan musisi baru yang punya segudang lagu-lagu bagus dan orisinil.

Yang jelas dalam menciptakan lagu sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri karena harus mencipta lagu bagus demi mendapatkan uang banyak, akan tetapi santai saja dan lakukan sebagai hobi sampingan. Rekaman suara dan musik pengiring (aransemen) harus terdengar jelas dan serius. Usahakan lagu kita original, unik dan enak didengar. However, barang dagangan harus terlihat bagus di mata pembeli.

Berikut ini adalah beberapa Tips yang penting untuk diketahui bagi pencipta lagu yang ingin menawarkan lagu kepada para produser atau musisi:

  1. Tawarkan Kepada Yang Tepat
    Usahakan menawarkan lagu ke produser atau musisi yang dapat dipercaya dan bekerja secara profesional dalam manajemen lagu agar karya kita lebih diperhatikan secara serius. Contohnya adalah perusahaan Rekaman SONY-BMG Departemen A&R (Artist & Repertoar). Sebaiknya datang langsung dan temui bagian yang mengurusi demo lagu ciptaan agar mudah untuk menanyakan apakah lagu kita diterima atau ditolak.
  2. Amankan Hasil Kekayaan Intelektual Kita Dengan Perlindungan Hukum
    Pubikasikan karya kita di internet untuk mendapatkan pengakuan luas dari masyarakat dan hukum negara kita pada berbagai penyedia media publikasi audio gratis profesional seperti di Soundclick, Myspace, Facebook, Friendster, Youtube, 4shared, Multiply, Kaskus, dan lain-lain. Sekali diupload jangan diedit atau dihapus agar tanggal upload tidak berubah. Jika ingin diubah, sebaiknya buat perbaikan sebaiknya beri keterangan tambahan pada judul file sebagai versi terbaru. Berikan catatan pada tag tentang anda di file musik anda agar orang tahu siapa penciptanya. Siapkan juga situs web atau blog sebagai tempat jualan kita. Akan lebih kuat lagi jika lagunya kita daftarkan ke pendaftaran HAKI.
  3. Jual Juga Lagu Anda Secara Online Lewat Internet
    Buat satu situsweb atau blog khusus tentang anda dan lampirkan lagu-lagu hasil ciptaan anda yang anda jual dengan link file audio di berbagai media di atas. Pihak produser maupun artis akan lebih mudah untuk mencari lagu yang sesuai dengan mereka. Dengan begini anda akan lebih mudah menjual lagu hasil karangan anda baik yang bagus maupun yang biasa-biasa saja.
  4. Kualitas Lagu dan Rekaman Lagu Yang Bagus
    Ciptakan lagu yang bagus, easy-listening, sekali dengar orang langsung suka, rekamannya jelas, vokalnya bagus tidak buta nada, orisinil, tidak membajak karya orang lain, dan dapat dinyanyikan oleh banyak penyanyi. Sebaiknya iringi saja dengan Gitar atau Piano agar produser dapat berimajinasi mengenai aransemen versi penuhnya. Nyanyikan lagu dengan suara yang biasa saja tidak dengan suara yang khas agar artis mudah mempelajari sesuai karakternya.
  5. Jadilah Pencipta Lagu Yang Fleksibel
    Lagu hasil karya cipta kita adalah seperti bahan mentah yang memerlukan proses pengolahan yang panjang. Oleh sebab itu mungkin saja terjadi perubahan-perubahan kecil dan besar untuk meningkatkan kualitas lagu kita. Dengan menjadi fleksibel maka baik arranger maupun artis akan lebih menghargai kita. Perubahan yang mungkin terjadi yaitu seperti lirik, nada lagu, tempo, tinggi rendah nada, aransemen, dan lain-lain.
  6. Buat Perjanjian Yang Jelas Secara Tertulis Setiap Ada Kesepakatan
    Jika lagu anda ingin digunakan oleh pihak lain, maka anda punya hak untuk menerima atau menolaknya. Pastikan ada MOU (Memorandum of Understanding) yang menjelaskan berbagai hal penting seperti sistem pembayaran royalti atau beli putus, batas waktu penggunaan lagu, artis yang menyanyikannya, dan lain sebagainya. Pastikan perjanjian tersebut tidak akan merugikan anda kelak di kemudian hari.

Perusahaan Label Rekaman SONY BMG

Adapun persyaratan atau syarat mengirim demo lagu ciptaan sendiri ke label rekaman seperti SONY BMG:

  • Lagu dikirim dalam bentuk/format Audio CD atau Kaset
  • Jumlah lagu bebas (Kirimkan karya terbaik anda di awal)
  • Ada teks lirik lagu tertulis
  • Pada Cover dan CD/Kaset ditulis nama anda dan daftar lagunya
  • Sertakan juga Biodata, alamat dan nomor telepon anda
  • Tulis saja “Demo Pencipta Lagu” di Cover dan CD/Kaset yang anda kirim.
  • Kirim lewat Kantor Pos atau Tiki ke:Department A&R SONY BMG
    PO BOX 1818
    JKP 10018atau
    Lewat media internet langsung ke website SONY-BMG:
    http://www.sonymusic.co.id/

    atau
    Datang langsung ke alamat SONY-BMG:
    Jl. Johar No. 13 Menteng Jakarta Pusat 10350 Indonesia

________________________
😀 Selamat mencoba 😀
semoga berhasil menjadi pencipta lagu yang baik dan profesional.
Terima kasih

Baca selengkapnya

Rating Pengunjung Blog tanggal 21 Desember 2010 meningkat tajam


Pengunjung Blogku (http://khairilyulian.wordpress.com) meningkat tajam, karena aku mengUpload pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kalimantan Selatan tahun 2010. Hal ini merupakan indikasi bahwa pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan yang paling dicari saat ini. Hal ini juga mengindikasikan bahwa jiwa enterpreneur (wirausaha) masih belum melembaga dalam budaya lulusan Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi kita.

Dalam hubungannya dengan permasalahan ini, ada sebuah riwayat yang menarik untuk kita simak.

Seorang Perempuan datang menemui Abu Hanifah. la ingin menjual kainnya. Sebagaimana dicatat sejarah, Abu Hanifah merupakan seorang ulama generasi thabiin yang susah dibedakan apakah dia ulama yang saudagar atau saudagar yang ulama.

“Berapa kamu jual kain ini?” tanya Abu Hanifah.
“Seratus dirham!” jawab perempuan itu. Ternyata kain yang dibawa perempuan itu sangat bagus, bermutu, dan mahal. Namun perempuan tersebut tidak tahu harga kain itu sebenarnya. Entah dari mana dulunya ia memperoleh kain itu, ia lupa. Adapun Abu Hanifah, seorang saudagar yang begitu menguasai dunia pasar, langsung mengetahui kualitas kain tersebut. Namun hal itu tak menjadikan sang Imam punya niat buruk untuk memanfaatkan kesempatan apalagi berlaku curang. Maka, dialog pun berlanjut.

“Harga kainmu ini jauh lebih mahal daripada seratus dirham. Coba kamu tawarkan dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Abu Hanifah.
“Bagaimana kalau dua ratus dirham?” tanya perempuan itu.
“Kainmu masih lebih bagus daripada dua ratus dirham!” sahut Abu Hanifah.
“Tiga ratus dirham!”
“Kainmu masih lebih mahal dari harga itu!” “Kalau begitu, belilah dengan harga empat ratus dirham.”
“Kainmu sebenarnya masih lebih mahal dari empat ratus dirham, tapi aku akan membelinya dengan harga itu!” kata Abu Hanifah. Transaksi pun berlangsung. Keduanya pun sepakat dengan harga itu.

Kini dialog tersebut sepertinya tak mungkin terjadi dalam dunia nyata. Mungkin hanya akan kita dapatkan pada dunia cerita, drama atau hikayat. Kini, sepertinya mustahil ada seorang pedagang yang menawar harga barang melebihi harga yang diinginkan penjual. Kini, tak mungkin kita temukan pedagang minta agar harga belinya dinaikkan. Namun tidak demikian dengan kisah perempuan dan Abu Hanifah di atas. Kisah yang diriwayatkan oleh al-Maqdisi itu benar-benar ada, betul-betul terjadi.
Selain jiwa suci dan kejujuran, banyak petikan hikmah yang bisa kita tuai dari sosok Abu Hanifah. Tokoh thabiin yang hanya sempat bertemu dengan tujuh sahabat Nabi ini merupakan ulama peletak dasar mazhab Hanafi. Selain dikenal sebagai ulama, ia juga adalah seorang saudagar sukses.

****

Bagi kaum Muslimin, jiwa entrepreneur atau wirausaha ini menarik untuk dilirik. Apalagi ketika tingkat kebutuhan tenaga kerja semakin tidak bisa mengimbangi kecepatan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia. Tenaga kerja yang ada jauh lebih banyak daripada kebutuhan. Angka kebutuhan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak mampu menampung jebolan Sekolah Menengah Atas atau Perguruan Tinggi. Instansi swasta pun demikian. Yang terjadi justru sebaliknya.
Di tengah lilitan kebutuhan ekonomi sekarang, ribuan pabrik dan perusahaan swasta justru banyak yang mem-PHK karyawannya. Akibatnya, angka pengangguran membengkak. Ratusan ribu lulusan perguruan tinggi menganggur. Bangsa ini kelebihan tenaga kerja. Ujungnya, kita dipaksa “menjual” para tenaga kerja itu ke luar negeri dengan segala penderitaannya.

Di sisi lain, seharusnya fenomena ini membuat anak negeri ini merenung. Selain terbatasnya lahan penerimaan PNS atau karyawan swasta, bangsa ini juga membutuhkan sosok-sosok entrepreneur. Kekayaan alam yang berlimpah, SDM yang membludak dan kebutuhan ekonomi yang kian membengkak, menghajatkan kita untuk belajar bekerja mandiri. Masyarakat bangsa ini mulai harus mengubah paradigma berpikirnya dari harus menjadi PNS menjadi -mengutip judul buku karangan Valentino Densi- Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian.

Saatnya para karyawan merenung. Fakta menyebutkan, tingkat kenaikan gaji para karyawan, baik PNS maupun swasta, tak mampu mengejar tingkat pertambahan kebutuhan sehari-hari. Belum lagi. kalau ia harus mengubah nasib dengan mempunyai kendaraan atau rumah besar, misalnya.

Kita renungkan, berapa lama waktu yang diperlukan seorang karyawan yang menerima gaji Rp.2.000.000,- per bulan, agar bisa memiliki rumah seharga 200 juta rupiah? la harus menabung selama 100 bulan atau delapan tahun lebih. Itu pun kalau ia menyimpan seluruh penghasilannya sebanyak Rp.2.000.000,- tersebut setiap bulan tanpa dipotong untuk kebutuhan makan, tempat tinggal, sekolah anak dan lainnya.

Dengan kondisi demikian, mungkinkah ia berharap bisa memiliki kendaraan roda empat? Kalau saja ia berharap mendapatkan kendaraan atau rumah seharga Rp.2.000.000.000,- maka orang yang berpenghasilan Rp.2.000.000,- per bulan tadi harus menabung-tanpa makan dan minum-selama 1000 bulan.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin mereka yang selama ini duduk sebagai PNS tapi bisa memiliki semua kemewahan itu?

Dalam analisanya yang ia tulis di bukunya Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian, Valentino Dinsi menyebutkan, PNS atau mereka yang bekerja sebagai karyawan swasta level menengah ke bawah, hanya bisa kaya dengan lima cara. Yaitu:

  1. menikah dengan orang kaya
  2. mendapatkan warisan
  3. menang undian
  4. bekerja sampingan, dan
  5. korupsi.

Tanpa pertu menuduh, kita bisa buktikan mana di antara lima hal itu yang paling banyak dilakukan.

Merenungkan hal tersebut, selayaknya penghuni negeri ini mengubah paradigma berpikirnya. Paradigma sebagian masyarakat kita masih banyak yang ngotot memaksakan anaknya harus diterima di PNS dengan berbagai cara termasuk suap-menyuap dan nepotisme. Paradigma ini harus diubah dengan paradigma baru. Yaitu, mendidik generasi muda dengan jiwa wirausaha.
Dengan demikian, begitu lulus dari SMA atau perguruan tinggi, generasi kita tak lagi belajar bagaimana menulis lamaran pekerjaan, tapi belajar cara membuat proposal bisnis. Mereka tak lagi berbondong-bondong menenteng map melamar jadi pegawai, tapi beramai-ramai membuka usaha baru.

Jika jiwa wirausaha ini bisa kita tumbuhkan sejak dini, kita berharap negeri ini akan bangkit dari keterpurukan. Kekayaan alam yang melimpah ruah ini bisa kita kelola sendiri tanpa harus mengundang orang asing. Syaratnya satu, kita mau berubah. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’d: 11).

Link ke Facebook

Artikel lain tentang Blogging:

Tips Sukses: Belajar dari Budaya Bangsa Jepang


Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi.

kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh.

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).

Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan agak memalukan di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk yang tidak dibutuhkan oleh perusahaan.

Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena mengundurkan diri bagi para pejabat (menteri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.

Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di Jepang, orang mungkin akan terheran-heran dengan banyaknya warga Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian.

Pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi di Jepang, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik.

Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.

Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar.

Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan maneshita (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun di bawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner.

Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita 🙂

Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).

Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

7. BUDAYA BACA

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat manga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi.

Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa Inggris, Perancis, Jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. KERJASAMA KELOMPOK

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa 1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan rin-gi adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam rin-gi.

9. MANDIRI

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Saat anak masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar anak-anak tidak meminta biaya kepada orang tua.

Sebagian Mahasiswa di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka meminjam uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.

Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu resep sukses yang bisa diambil dari bangsa Jepang. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang di atas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang, mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Sepertinya, ada faktor non-teknis yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Link ke Facebook

Sumber: 1 2

Sejarah Perkembangan Linux di Indonesia


Pendahuluan

Versi pendek dari tulisan ini, terbit di Koran Tempo, 12 September 2003. Ini merupakan memo perintisan Linux di Indonesia berdasarkan ingatan/ memori/ pengalaman penulis saat bekerja di Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia (PUSILKOM UI). Tentu saja kurang akurat, namun diharapkan dapat memberikan gambaran keadaan Linux pada khususnya, Unix secara umum, dari era 1980-an hingga awal krisis moneter (krismon) tahun 1997.

Era Pra 1990an

Era 1980-an merupakan akhir dari zaman keemasan komputer mini — komputer yang tidak secanggih “main-frame”, namun setiap sistem terdiri dari bongkahan besar. Nama-nama besar pada zaman tersebut, seperti “DEC – Digital Equipment Corp.”, “DG — Data General”, “HP — Hewlett Packard”, “Honeywell — Bull”, “Prime”, dan beberapa nama lainnya. Setiap komputer mini ini, dijalankan dengan sistem operasi tersendiri. Setiap sistem operasi ini tidak cocok (kompatibel) dengan sistem operasi dari sistem lainnya. Sebuah program yang dikembangkan pada sistem tertentu, belum tentu dengan mudah dapat dijalankan pada sistem lainnya.

Masalah ini mulai teratasi dengan sebuah sistem operasi yang lagi naik daun, yaitu UNIXTM. Sistem UNIX ini dapat dijalankan pada berbagai jenis komputer. Selain beroperasi pada komputer mini, UNIX pun dapat dioperasikan pada sebuah generasi komputer “super mikro”, yang berbasis prosesor 32 bit seperti Motorola MC68000. Ya: pada waktu itu, Motorola belum terkenal sebagai produser Hand Phone!

Sistem berbasis UNIX pertama di Universitas Indonesia (1983) ialah komputer “Dual 83/20″ dengan sistem operasi UNIX versi 7, memori 1 Mbyte, serta disk (8”) dengan kapasitas 20 Mbytes. Sistem tersebut tentunya sangat “terbatas” dibandingkan komputer zaman sekarang. Namun, penelitian dengan memanfaatkan komputer tersebut, menghasilkan puluhan sarjana S1 UI. Tema penelitian S1 pada saat tersebut berkisar dalam bidang jaringan komputer, seperti pengembangan email (PESAN), alih berkas (MIKAS), porting UUCP, X.25, LAN ethernet, network printer server, dan lainnya. Komputer “Dual 83/20” ini, kemudian lebih dikenal dengan nama “INDOGTW” (Indonesian Gateway), karena pada akhir tahun 1980-an digunakan “dedicated email” server ke luar negeri. Sistem INDOGTW ini beroperasi non-stop 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Fungsi riset sistem tersebut di atas, digantikan oleh komputer baru “INDOVAX”, yaitu DEC VAX-11/750 dengan sistem unix 4.X BSD dengan memori 2 Mbytes, serta disk 300 Mbytes. Pada waktu itu, sanga lazim menamakan satu-satunya VAX pada setiap institusi, dengan akhiran “VAX”. Contohnya: UCBVAX (Universitas Berkley), UNRVAX (Universitas Nevada Reno), DECVAX (DEC), ROSEVAX (Rosemount Inc), MCVAX (Amsterdam). Sistem ini pun kembali menghasilkan puluhan sarjana S1 UI untuk berbagai penelitian seperti rancangan VLSI, X.400, dan sejenisnya.

Untuk mewadahi para pengguna dan penggemar UNIX yang mulai berkembang ini, dibentuk sebuah Kelompok Pengguna Unix (Unix Users Group) yaitu INDONIX. Kelompok yang dimotori oleh bapak “Didik” Partono Rudiarto (kini pimpinan INIXINDO) ini melakukan pertemuan secara teratur setiap bulan. Setiap pertemuan ini akan diisi dengan ceramah kiat dan trik UNIX, serta sebuah diskusi/ tanya-jawab.

Komputer mini — yang UNIX mau pun yang bukan — dominan hingga pertengahan tahun 1980-an. Komputer Personal (PC) masih sangat terbatas, baik kemampuannya, mau pun populasinya. Bahkan hingga akhir 1980-an, PC masih dapat dikatakan merupakan benda “langka” dan “mewah”. Semenjak pertengahan 1980-an, muncul sistem komputer “super-mikro” berbasis prosesor Motorola MC68000 dan sistem operasi Unix. Sejalan dengan ini, juga muncul PC/AT berbasis prosesor Intel 80286 dan 80386 dengan sistem operasi XENIX/SCO UNIX.

Kehadiran prosesor Intel 80286 (lalu 80386) telah mendorong pengembangan sistem operasi dengan nama “XENIX”. Harga sistem yang relatif murah, berakibat kenaikan populasi sistem Unix yang cukup signifikan di Indonesia. Aplikasi yang populer untuk sistem ini ialah sistem basis data Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Pada awalnya, setiap sistem operasi Unix dilengkapi dengan kode sumber (source code). Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk negara non-US (terutama non Eropa) akibat regulasi ekspor US. Sebagai alternatif Prof. Andrew S. Tanenbaum dari VU (Belanda) mengedarkan sebuah sistem Operasi sederhana dengan nama “MINIX” (Mini Unix). Titik berat arah pengembangan MINIX ialah sesederhana mungkin agar dapat dipelajari dengan mudah dalam satu semester. Program Studi Ilmu Komputer Universitas Indonesia, tercatat pernah membeli source code MINIX dua kali, yaitu versi 1.2 (1987) dan versi 1.5 (1999).

Sebagai penunjang mata kuliah Sistem Operasi, telah hadir MINIX (Mini Unix) yang bahkan dapat dijalankan pada PC biasa tanpa HardDisk! Namun, MINIX memiliki dua keterbatasan bawaan. Pertama, dititik-beratkan agar mudah dipelajari untuk keperluan pendidikan. Akibatnya, dengan sengaja tidak dibuat canggih dan rumit. Kedua, (pada awalnya) MINIX harus dibeli dengan harga lebih dari USD 100 per paket. Harga ini tidak dapat dikatakan murah bahkan untuk ukuran kantong mahasiswa di luar negeri. Namun, MINIX telah digunakan di Program Studi Ilmu Komputer Universitas Indonesia FUSILKOM UI, FakUltas ILmu KOMputer UI) sebagai bagian dari kuliah sistem operasi menjelang akhir tahun 1990an.

Besar kemungkinan, siapa pun pengguna MINIX saat itu (termasuk penulis), pernah memiliki angan-angan untuk merancang sebuah kernel “idaman” pengganti MINIX yang dapat — “dioprek”, “dipercanggih”, dan “didistribusikan” — secara bebas. Tidak heran, Linus B. Torvalds mendapat sambutan hangat ketika tahun 1991 mengumumkan kehadiran sebuah kernel “idaman” melalui buletin USENET News “comp.os.minix”. Kernel ini kemudian lebih dikenal dengan nama Linux. Namun, Linux tidak langsung mendapatkan perhatian di UI.

Era 1990an

Belum jelas, siapa yang pertama kali membawa Linux ke Indonesia. Namun, yang pertama kali mengumumkan secara publik (melalui milis pau-mikro) ialah Paulus Suryono Adisoemarta dari Texas, USA, yang secara akrab dipanggil Bung Yono. Ketika 1992, bung Yono berkunjung ke Indonesia membawa distro SoftLanding System (SLS) dalam beberapa keping disket. Kernel Linux pada distro tersebut masih revisi 0.9X (alpha testing), dengan kemampuan dukungan jaringan yang sangat terbatas. Pada awal tahun 1990-an, kisaran harga sebuah ethernet board ialah USD 500; padahal dengan kinerja yang jauh dibawah board yang sekarang biasa berharga USD 5.-. Dengan harga semahal itu, dapat dimaklumi, jika masih jarang ada pengembang LINUX yang berkesempatan untuk mengembangkan driver ethernet.

Perioda 1992-1994 merupakan masa yang v
akum. Secara sporadis, terdengar ada yang mendiskusikan “Linux”, namun terbatas pada uji coba. Kernel Linux 1.0 keluar pada tahun 1994. Salah satu distro yang masuk ke Indonesia pada tahun tersebut ialah Slackware (kernel 1.0.8). Distro tersebut cukup lengkap dan stabil sehingga merangsang tumbuhnya sebuah komunitas GNU/ Linux di lingkungan Universitas Indonesia. Pada umumnya, PC menggunakan prosesor 386 dan 486, dengan memori antara 4-8 Mbytes, dan hardisk 40 – 100 Mbyte. Biasanya hardisk tersebut dibuat “dual boot”, yaitu dapat dalam mode DOS atau pun Linux.

Slackware menjadi populer dikalangan para mahasiswa UI, karena pada waktu itu merupakan satu-satunya distribusi yang ada :-). Banyak hal-hal baru yang “dioprek”/ “setup”. Umpama: yang pertama kali men-setup X11R4 Linux di UI ialah Ivan S. Chandra (1994).

Tahun 1994 merupakan tahun penuh berkah. Tiga penyelenggara Internet sekali gus mulai beroperasi: IPTEKnet, INDOnet, dan RADnet. Pada tahun berikutnya (1995), telah tercatat beberapa institusi/ organisasi mulai mengoperasikan GNU/Linux sebagai “production system”, seperti BPPT (mimo.bppt.go.id), IndoInternet (kakitiga.indo.net.id), Sustainable Development Network (www.sdn.or.id dan sangam.sdn.or.id), dan Universitas Indonesia (haur.cs.ui.ac.id). Umpamanya, Sustainable Development Network Indonesia (sekarang diubah menjadi Sustainable Debian Network) menggunakan distribusi Slackware (kernel 1.0.9) pada mesin 486 33Mhz, 16 Mbyte RAM, 1 Gbyte disk. Namun sekarang, situs tersebut numpang webhost di IndoInternet.

Kehadiran internet di Indonesia merangsang tumbuhnya sebuah industri baru, yang dimotori oleh para enterpreneur muda. Mengingat GNU/ Linux merupakan salah satu pendukung dari Industri baru tersebut, tidak dapat disangkal bahwa ini merupakan faktor yang cukup menentukan perkembangan GNU/Linux di Indonesia. Selama perioda 1995-1997, GNU/Linux secara perlahan mulai menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Bahkan krismon 1997 pun tidak dapat menghentikan penyebaran ini.

Pada tahun 1996, pernah ada sebuah milis linux yang dapat dikatakan kurang begitu sukses. Anggota dari milis tersebut ialah:

Sl1zr@cc.usu- and1@indo.net- arwiya@indo.net- bjs@apoll.geologie- budi@cool.mb- chairilk@indo.net- harry@futaba.nagaokaut- herkusut@soziologie- ibrahim@indovax- idarmadi@indo.net- jimmyt@turtle- jonathan@bandung.wasantara- louis@Glue- mermaid+@CMU- mwiryana@netbox- rheza@indo.net- rosadi@indo.net- sentiono@cycor- trabas@indo.net- wibowo@hpsglsn- wiwit@bandung.wasantara- edybs@jakarta.wasantara- ssurya@elang- dhie@bandung.wasantara- tanu@m-net.arbornet- avinanta@gdarma- pink@cbn.net- louis@webindonesia-

Sebelum 1997, issuenya mungkin “Apa itu Linux?” Alhamdulillah, dewasa ini, yang terjadi malah sebaliknya: “Anda belum kenal Linux?????” Demikian sekilas perkembangan sistem UNIX sebelum 1997. Mudah-mudahan, ini akan memicu para pelaku IT lainnya untuk melengkapi hikayat ini, terutama pasca 1997.

Download Catatan tentang Linux

Lima Prinsip Hidup Kaya


Lima Prinsip Hidup Kaya

  1. Mengharapkan Keuntungan tanpa pengorbanan tidak ada bedanya dengan pencuri…
  2. Bergembiralah dengan kesuksesan orang lain, karena dengki adalah hambatan terbesar menuju kesuksesan.
  3. Mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang=Miskin. Mencari uang untuk menciptakan pekerjaan=Kaya.
  4. Uang hanyalah lambang kekayaan. Sumber kekayaan terbesar adalah pemikiran.
  5. Tidak tergantung adalah sebuah kebebasan. Kebebasan adalah kekayaan.

Berfikir Seperti Pengusaha Sukses Untuk Meraih Keberhasilan


Berfikir Seperti Pengusaha Sukses Untuk Meraih Keberhasilan

Tanpa mindset kewirausahaan, akan sulit bagi anda untuk mencapai keberhasilan di bidang usaha apapun. Pengusaha sejati memiliki kualitas tertentu yang membuat mereka berhasil melakukan apapun. Melakukan banyak hal dengan apa yang mereka pikirkan dan bagaimana mereka memandang segala sesuatunya.
Mindset kewirausahaan adalah yang menentukan keberhasilan sesorang di dalam bisnis. Tanpa mindset pengusaha dalam pekerjaan, akan sulit mencapai keberhasilan usaha. Pengusaha sejati memiliki kualitas tertentu yang memungkinkan mereka berhasil dalam apapun yang mereka kerjakan. Hal ini terkait dengan bagaimana mereka berpikir dan memandang segala sesuatunya. Pola pikir anda dapat menentukan apakah anda akan menjadipengusaha sukses atau tidak. Selama bertahun-tahun, para ahli telah mempelajari dan meneliti bagaimana mindset kewirausahaan berjalan dan inilah yang mereka temukan:

  1. Pengusaha yang berhasil berpikir bahwa mereka mampu melakukannya. Dengan visi yang ingin mereka raih, pengusaha memiliki keyakinan yang absolut pada diri mereka bahwa mereka dapat berhasil. Mereka melihat segala sesuatunya dengan cara yang berbeda. Ketika orang lain berpikir adanya hambatan di sepanjang jalan, pengusaha menganggapnya sebagai tantangan. Keyakinan yang kuat, dengan pemikiran positif, adalah salah satu ciri pengusaha sukses.
  2. Pengusaha yang berhasil menganggap resiko adalah bagian dari proses. Kebanyakan orang takut akan resiko karena mereka tidak ingin keluar dari zona nyaman.Pengusaha sukses berpikir sebaliknya. Terkadang anda perlu keluar dari zona nyaman dan mengambil resiko jika ingin berhasil. Namun pengusaha yang berhasil memiliki cara lain dalam menghadapi resiko – mereka tahu bagaimana mengkalkulasikan resiko.
  3. Pengusaha sukses tidak hanya “berpikir”, namun juga “melakukan”. Mereka tahu jika ingin berhasil, diperlukan tindakan. Memiliki sasaran yang ingin dicapai adalah hal yang bagus, tapi fokus pada tindakan akan lebih mengarahkan anda.
  4. Dengan memiliki mindset pengusaha akan banyak membantu keberhasilan dalam bisnis. Perlu waktu untuk mengembangkannya. Tapi semakin awal anda mengupayakannya, semakin baik keberhasilan anda sebagaipengusaha.
%d blogger menyukai ini: